Dikeluhkan Warga Sekitar Akhirnya Pasar Malam Jatikramat Bekasi Resmi Ditutup

0
61

BERITA BEKASI – Aktivitas Pasar Malam di Jalan Alhusna RT002/RW01, Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih akhirnya resmi ditutup oleh Kelurahan setempat.

Lurah Jatikramat, Heru Ratno mengatakan bahwa alasan pihaknya menutup aktivitas yang rutin diadakan setiap hari Sabtu sore hingga malam hari itu, karena desakan dari warga yang tinggal dilingkungan pasar malam.

Menurut keluhan warga yang diterima pihaknya, keberadaan pasar malam mengganggu Ketertiban, Keamanan dan Kenyamanan (K3) dan menimbulkan ketegangan antar warga yqng pro dan kontra terhadap pasar malam.

“Kami sudah rapat di Kantor Kelurahan Jatikramat untuk membahas Pasar Malam bersama Ketua RT dan RW, Babinsa, Bimaspol, LPM, dan Satpol PP Kecamatan Jatiasih dan semua sepakat hari sabtu malam minggu 10 0ktober 2015 mendatang, pasar malam sudah resmi ditutup,” ungkap Heru kepada Wartawan, Rabu (7/10/2015).

Selain itu, Heru menjelaskan bahwa keberadaan pasar malam belum mendapat izin dari pihaknya, “Pasar malam itu tidak berizin,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa warga dilingkungan RT002/RW01, mengeluhkan keberadaan pasar malam yang menutup akses warga. Bahkan, beberapa warga yang tinggal di sepanjang jalan Alhusna sulit untuk keluar masuk rumah sendiri.

“Mobil saya tidak bisa lewat karena jalan tertutup. Saya hanya bisa menunggu pasar malam tutup untuk pulang kerumah,” ujar salah seorang warga, Rahayu Triko. Ia  pun mengaku bersama warga lainnya telah melayangkan surat protes kepada Kelurahan, namun hingga kini belum mendapat respon.

“Kami tidak bisa tinggal diam dengan persoalan ini. Kami meminta kepada pemerintah untuk menghentikan kegiatan pasar malam karena jelas merugikan kami yang tinggal di sekitar lokasi,” pintanya.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, H Dasril, yang menyebut kegiatan pasar malam hanya menguntungkan pengelola serta oknum Kelurahan dan preman, sementara warga sendiri menurutnya dirugikan.

“Tidak ada manfaat lebih bagi kami, justru yang ada malah rugi. Kami tidak bisa istirahat dengan tenang karena suara bising yang ditimbulkan. Dan masalah keamanan juga kami khawatirkan,” ujarnya mempertegas agar pasar malam segera ditutup.

Pasar malam yang digagas oleh sekelompok pedagang asal Sumatera itu, seyogyanya hadir untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berbelanja tanpa harus ke pasar umum atau swalayan. Hanya saja, untuk menjalankan usaha tersebut, diharapkan tidak menyampingkan aspek sosial kemasyarakatan itu sendiri, terlebih merugikan masyarakat sekitar.

Dalam surat warga yang disampaikan ke pihak Kelurahan Jatikramat dan Kecamatan Jatiasih awal September lalu, mempertegas bahwa keberadaan Pasar Malam di wilayah Kelurahan Jatikramat tersebut, menimbulkan kontra sosial yang tinggi. Bahkan, warga berencana akan menutup paksa apabila pihak Kelurahan maupun Kecamatan tidak menghentikan aktivitas tersebut.

“Intinya apabila Sabtu lusa masih ada pasar malam dan pemerintah membiarkannya, maka kami akan bertindak sendiri,” tukas H Dasril.  (Lam)