Klaim Kampusnya Batal di Non-aktifkan Kemenristek Dikti, Suroyo Tak Bisa Buktikan..!

0
64
STT MIKAR

BERITA BEKASI – Pasca penonaktifan kampus STMIK Mikar, STIE Tribuana dan STT Mikar beberapa hari lalu oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), mengkalaim bahwa kampusnya tersebut telah di aktifkan kembali. Pasalnya, Suroyo Ketua Yayasan Tribuana Kota Bekasi tersebut mengatakan tim Kemenristek Dikti telah mendatangi Kampus Tribuana di Jalan Joyomartono, Bekasi timur pada pukul 22.00 Wib, Senin malam, kemarin.

Ironisnya, suroyo ketika dihubungi wartawan mengelak tidak bisa memberikan nama salah satu tim yang di utus dari Kemenristek Dikti tersebut. “Saya tidak bisa sebutkan siapa namanya, mereka itu satu tim datang kesini,” ujar Suroyo kepada wartawan.

Namun, ketika di tanya balik oleh wartawan siapa Ketua tim dari Kemenristek tersebut, Suroyo juga tetap tidak memberitahukannya, dan Suroyo memberikan tanggapan dengan nada yang tidak sepantasnya kepada wartawan, “Kamu itu wartawan abal-abal ya? ngerti engga sih kalau saya bilang itu rahasia, ya rahasia,” katanya seraya mematikan langsung komunikasi wawancara melalui via telephone yang di hubungi wartawan, Rabu (7/10/2015) sore kemarin.

Sebelumnya, Kampus yang di kepalai oleh Suroyo tersebut masuk ke dalam daftar 243 kampus yang di nonaktifkan oleh Kemenristek Dikti.

Namun, penonaktifakn tersebut di hiraukan oleh Suroyo dengan dalih bahwa kampusnya tidak pernah memiliki masalah seperti, pejual belian ijazah palsu, bangunan gedung kampus yang terdiri di lokasi ruko, dualisme kepala kampus atau konflik internal.

“Kita tidak ada masalah itu. Kita tidak pernah terlambat ngasih laporan ke kopertis 4, kita selalu rutin. Cuma kita memang kekurang rasio dosen. Tapi hal itu sudah kita carikan, dan sudah dapat, saat ini ada 5 calon dosen,” ungkap Suroyo.

Dalam prosedur penyeleseain penonaktifan kampus tersebut dijelaskan, bahwa setiap kampus yang statusnya di nonaktifkan tidak dapat menerima mahasiswa baru. Hal itu di ungkapkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Natsir.

Natsir juga mempertegas dan akan mencabut izin kampus yang membangkang atas keputasannya tersebut berupa pencabutan izin pendidikannya, jika masih melakukan perekrutan mahasiswa baru.

Saat ini kampus yang di pimpin Suroyo tersebut, tengah mengadakan program 1000 beasiswa bagi mahasiswa yang baru mendaftar saat ini. Sebanyak 300 calon Mahasiswa baru dari programnya tersebut telah mendaftar mendaftarkan diri.

Program tersebut di akui Suroyo mendapat sokongan dana dari para pengusaha, dan bantuan sosial dari Kemendikbud, Provinsi dan Kota. Selain itu salah satu tokoh lama Kota Bekasi yang pernah menjabat sebagi mantan Walikota Bekasi, Yakni Mochtar Muhammad adalah Dewan Utama dalam pembantuan dana beasiswa tersebut. (M.Alfi)