Tim Mahasiswa Fakultas MIPA Jember Berhasil Ciptakan Power Bank Tanpa Listrik

0
87

BERITA JEMBER –  Tim mahasiswa Fakultas MIPA berhasil menciptakan Power-bank ­hemat energi listrik dengan memanfaatkan tenaga gas yang diberi nama POB’S (Power Bank By Gas). Alat ini mampu mengkonversikan energi gas dari sisa pembakaran menjadi energi listrik untuk mengisi daya baterai pada smartphone, Sabtu (17/10/2015)

Tim yang terdiri dari Azizah, Rosaria Dwi Sukmadewi, Nurul Mahmuda, Putri Sultan Maredh Jawi ini telah mempresentasikan hasil karyanya dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Kendari.

Azizah menjelaskan dengan memanfaatkan energi alternatif berupa sisa pembakaran, alat ini mampu menghemat energi listrik secara signifikan sehingga ke depannya apabila dikembangkan akan menjadi revolusi energi listrik di Indonesia bahkan di dunia.

Lebih jauh Azizah menjelaskan, komponen dari  power-bank gas­ ini terbagi menjadi dua komponen utama yaitu box pembakaran sekam padi dan arang  dalam bentuk briket sebagai sumber gas yang dibutuhkan serta rangkaian power-bank­ tersebut.

“Berdasarkan hasil pengukuran, gas yang dihasilkan dari box pembakaran dapat disimpan dayanya pada power-bank ­dengan lama pengisian yaitu 3-4 jam jika power-bank ­dalam keadaan kosong, namun jika power-bank ­tidak dalam keadaan kosong pengisian dilakukan hanya selama 1-2 jam,” ujar Azizah, ketika berbincang dengan Beritaekspres.com.

Sementara itu Nurul Mahmuda mengatakan, alat ini merupakan buah dari keprihatinan mereka untuk untuk mengatasi krisis energi listrik yang terjadi seiring meningkatnya jumlah penduduk Indonesia.

Menurutnya, ketersediaan energi yang terus berkurang karena permintaan meningkat membuat mereka berinisiatif menciptakan alat yang hemat energi namun banyak dibutuhkan oleh masyarakat khususnya mahasiswa.

“Kami rasa hampir semua yang memiliki smartphone juga membutuhkan power bank sebagai cadangan saat baterainya habis, maka dari itu alat ini layak untuk dikembangkan karena selain ramah lingkungan juga hemat energi,” ujar Mahmudah.

Mahmudah menambahkan, alat yang dia ciptakan bisa memanfaatkan semua gas panas yang dihasilkan dari sisa pembakaran. “Termasuk uap panas dari mesin penanak nasi jadi menanak nasi sekaligus bisa isi baterai HP, asap kenalpot kendaraan, pembakaran sampah,” pungkasnya. (hum/mj/hen)