Dianiaya 10 Siswa Teman Sekelas, Kekerasan Anak Dilingkungan Sekolah Kembali Terjadi di Bekasi

0
91

BERITA BEKASI – Korban kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kota Bekasi. Kali ini, menimpa anak kelas 5 SD berinisial CAK (11) warga Jalan Bintara 3 No 53 RT3/RW8 Keranji, Bekasi Barat. Korban tak hentinya meneteskan air mata. Pasalnya, bocah kelas 5 SD ini muram, karena jidat dan mata sebelah kirinya menderita luka lebam. Tak sampai disitu, korban pun nyaris buta, karena disiksa oleh teman-teman sekelasnya.

Putri pertama pasangan Abu Choir (35) dan Khoiryah (32) ini mengaku telah disiksa oleh sedikitnya 10 teman laki-laki yang ada di kelasnya. Ironisnya, peristiwa itu terjadi di saat masih jam pelajaran berlangsung di SDN Bintara Jaya 2, Rabu (21/10/2015) kemarin sekitar pukul 09.30 WIB.

Menurut CAK, peristiwa ini bermula saat dirinya baru duduk di kelas saat pelajaran menggambar, atau tepatnya setelah jam istirahat selesai. Nah, saat diberikan tugas menggambar itulah, Walikelas Chika yang bernama Ibu Rokaya, mendadak keluar meninggalkan kelas.

Ketika itulah, CAK lalu diolok olok oleh teman teman pria kelasnya. CAK pun memilih diam. Ia malah terus mengambar, mencoret-coret kertas bukunya. Nah, entah siapa yang memulai. Kepala belakang CAK, lalu ditonjok dari belakang oleh salah seorang siswa, hingga sakit tak kepalang.

Merasakan itu, CAK langsung menangis. Ia lalu menahan sakit, sembari menutupkan kepala dengan kedua tangannya di mejanya. Tragis. Karena menangis terseduh-seduh itulah, sejumlah temannya kemudian loncat dan mendaratkan pantat di kepala CAK lagi.

Tak pelak, wajah CAK membentur meja. Hingga mata sebelah kirinya, lebam. Bahkan, mengeluarkan darah banyak. “Mereka loncat dan dudukin kepala saya, sampai terbentur di meja,” ungkap CAK, saat ditemui Beritaekspres.com, Kamis (22/10) dirumahnya.

Singkat cerita, sang Walikelas pun datang. Ia melihat siswinya sudah terkulai lemas dan berdarah-darah. “Aku langsung di bawa ke ruang guru. Terus di kompres. Bis itu bu guru pergi ke kelas lagi,” ucap CAK

Lebih jauh, CAK bercerita, jika kasus penganiayaan tersebut sejatinya sudah berulang kali dilakukan oleh teman satu kelasnya. Bahkan, dengan menetaskan air mata, putri pertama dari dua bersaudara itu menjelaskan, jika kasus ini sudah terjadi sejak 6 bulan belakangan, tepatnya sejak korban duduk di kelas 5 SD.

“Pernah aku ditonjok, dikatain burik. Ditonjok terus. Aku pernah mau didorong dari lantai 2, untung ada guru. Pernah diceplokin telor. Aku takut duduk di kelas. Kalau mau duduk harus nunggu guru masuk dulu. Kalau gak ada guru, aku diusir kalau mau duduk di kelas,” jelasnya.

“Yang lakuin banyak, ada Rido, Igit, Apis Dodo, Irfan, Akam, Aep, ama dia aku diceplokin, lalu pernah didorong,” tambahnya

Atas hal tersebut, keluarga korban esok harinya langsung mendatangi sekolah putrinya tersebut. Namun Apes, saat diberi tahu peristiwa tersebut, pihak sekolah SDN Bintara 2 justru seolah cuci tangan.

“Anak saya pulang normal pukul 1. Padahal kejadiannya jam 10 pagi, abis istirahat. Nah, saat pulang ia duduk di depan rumah. Sambil buang muka, pas saya lihat kok berdarah. Setelah saya rayu, dia cerita dianiaya temen sekelasnya. Saya kesal, karena kenapa pihak sekolah bukannya langsung mengabarkan hal ini ke saya saat kejadian. Kenapa dibiarkan pulang sendirian,” ucap Abu Choir, ayah korban.

Yang lebih kesalnya lagi tambah Bapak korban, Kamis (22/10) pagi ini tadi, saya datang menghadap ke kepala sekolah, herannya kepala sekolah baru tahu kejadian ini. Bahkan, kepala sekolah dan wali kelasnya bilang jika anak saya jatuh,” jelasnya.

Kini, keluarga korban akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kasus ini.  (Thio)