Dirundung Kekeringan dan Musibah, Kodim 0808 Gelar Sholat Istisqo di Alun-ALun Blitar

0
62

BERITA BLITAR – Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada saat ini alam Indonesia mengalami bencana kekeringan yang berkepanjangan seperti yang terjadi di daerah Riau dan Kalimantan sampai ke ujung timur pulau Papua dan Papua Barat, Rabu (28/10/2015)

Tragedi yang cukup memilukan ini sudah melibatkan banyak pihak untuk ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan yang sudah hampir 3 bulan lebih melanda bumi Indonesia, sampai-sampai bantuan dari pihak luar negeri pun didatangkan untuk mengatasi membantu masalah tersebut.

Musibah kekeringan yang melanda kali ini cukup merata, sehingga produksi pertanian menurun mengingat sumber air yang biasanya digunakan untuk mengairi sawah, akhirnya mengalami kekeringan sehingga petani banyak merugi dan beralih profesi lain sebagai sumber penghidupan yang baru.3  

Dalam kesempatan tersebut  Pgs. Dandim 0808 Blitar menyampaikan bahwa bencana yang melanda tersebut memang dampak dari musim kering yang berkepanjangan di tahun ini, sehingga  kebakaran terjadi dimana-mana dan yang terbesar adalah di pulau Riau dan Kalimantan.

Selain itu, kebakaran tersebut diakibatkan dengan ulah tangan manusia yang tak bertanggung jawab, sehingga mengorbankan banyak pihak seperti timbulnya penyakit Ispa (Infeksi saluran Pernafasan) disamping itu juga timbul penyakit – penyakit yang lainnya, dengan adanya musim kemarau yang panjang ini, maka sesuai perintah dari pimpinan TNI – AD untuk segera mengadakan Sholat Istiqo yaitu sholat untuk meminta hujan dan menolak bencana, untuk wilayah Blitar sholat tersebut didakakan di Alun-alun Kota Blitar di ikuti sekitar 1200 jamaah TNI, PNS, Pelajar dan Sipil.

4Bertindak selaku Khotib dalam sholat tersebut adalah Bpk Purnomo S.Ag M.Hi  beliau mengatakan bahwa hendaknya kita menyadari dalam kehidupan sehari – hari ini terdapat penyimpangan dari jalan-jalan yang tidak benar dan hal itu tentu Allah akan mengetahui segala tindakan umatnya, sehingga mereka memberikan sedikit bencana yaitu kekeringan, agar umat tersebut tersadar dari angkara murka.   

Seperti disebutkan dalam hadist At – Taubat bahwa perjalanan hidup yang menyimpang tentu akan berdampak pada kesempitan hidup yang sangat luas, sehingga hal ini terkait erat dengan ekonomi masyarakat yang surut. Ia juga menambahkan bahwa seperti dijelaskan pada Surat Ibrahim yang berbunyi jika engkau mensyukuri apa yang kuberikan tentu akan kutambah nikmat, tapi jika engkau mengingkari pasti siksaku amat pedih.7

Sholat Istiqo yang dipimpin oleh Imam Bapak Ir. Zakaria pengasuh pondok pesantren Al – Hikam Jatinom, akhirnya terlaksana dengan lancar, walau  panas terik matahari yang kian menyengat  tak mengurangi sedikitpun kekhusukan dari para jamaah untuk melaksanakan sholat Istiqo’ tersebut dengan tujuan utama agar hujan segera datang sehingga kesuburan ditanah air ini dapat tumbuh kembali.  (TJ/hery)