Penggagas Base Camp Gojek, Allex Anardi: Senang Base Camp Gojek Lintas Provinsi di Bali Dibentuk

0
129
Alex Anardi

Langkah-langkah inovatif dan konkret yang diaktualisasikan anak bangsa pemersatu Go-Jek di bumi pertiwi kembali menyeruak. Allex Anardi selaku penggagas Base Camp Gojek Lintas Provinsi yang bermarkas di Kota Bekasi tepatnya di Kampung Ceger, Jaka Setia, Bekasi Selatan patut berbangga. Pasalnya ide kreatif dan cemerlangnya, kini diikuti oleh rekan-rekan sesama driver (sopir) gojek di Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Sebuah ungkapan bijak kerap terngiang, setiap langkah dan tindakan tidak ada yang sia-sia. Obesesi yang terselip di dada lelaki berkaca mata ini sejatinya terbilang mulia, ingin gojek bersatu tanpa mengenal batas teritorial. “Saya ingin mempersatukan gojek seluruh Indonesia, bahkan saya berobsesi ingin keliling Indonesia dengan gojek,” ujarnya menerawang.

Base Camp Gojek Provinsi Bali 2 telah dideklarasikan pada, Sabtu (31/10) di Provinsi Bali. Sebuah kota yang tersohor hingga mancanegara, bahkan mengalahkan nama negara Indonesia. Pasca-tragedi Bom Bali meluluhlantakkan kota, nama Bali semakin fenomenal dan jadi polemik di seantero jagat.

G2Menelisik eksistensi Base Camp Gojek Lintas Provinsi Bali 2 berawal dari hingar bingarnya para driver gojek yang bernaung di dalam Base Camp Gojek Lintas Provinsi di Jaka Setia, Bekasi Selatan. “Ya, para driver gojek di Bali pada meeting, karena di bawah payung bendera saya di Kota Bekasi dan paguyuban punya perencanaan menindaklanjuti, dikala ada driver perlu bantuan orang kantor sedangkan orang kantor belum sempat menindaklanjuti, makanya untuk sementara para penguruslah yang menangani setiap permasalahan driver gojek,” katanya.

Ditandaskan lebih lanjut oleh Allex Anardi bahwa Base Camp Lintas Provinsi 2 di Bali sudah resmi dibentuk dan memakai bendera logo saya, bahkan di Bali itu lebih canggih lagi, karena banyak orang-orang pinter IT di sana dan orang-orang tersebut bisa menampilkan berita berita on line mereka sendiri dari para driver itu sendiri.”

Saat ditelisik benderanya digunakan dalam paguyuban di Bali, ia tampak antusias dan bangga. “Saya sangat senang sekali, walaupun di sana banyak orang pintar dan orang yang berpendidikan namun syarat ijin meminta ke saya, karena dari awal komitmennya di bawah payung bendera saya di Jaka Setia Bekasi Selatan. Bahkan ditampilkan di media dengan logo dari saya. Justru saya mendukung, karena misi saya arahnya ke sana,” jelasnya semangat.

Diakui Allex hal ini tidak kontradiksi dengan PT Gojek Jakarta. “Dikala namanya suatu misi ada halangan dan rintangan sudah pasti, yang terpenting misi kita tidak melawan PT Gojek itu sendiri dan kita niat membantu sesama driver itu sendiri,” ulasnya.

Di Provinsi Bali ada ratusan driver gojek dan sama seperti di Jakarta biasanya mereka berkelompok. Baik di Jakarta dan Bekasi banyak cabang, di sanapun sama, dari sekian ratus driver di Bali salah satu komunitas mau bekerjasa-sama dengan bendera saya “Base Camp GOJEK Lintas Provinsi di Bekasi, hingga melahirkan Base Camp Gojek Lintas Provinsi 2 di Provinsi Bali.”    

Menyinggung aksi solidaritas dan empati terhadap sesama driver yang alami kecelakaan, Allex dan paguyuban pun tak segan untuk membantu, meski sudah diluar teritorial Kota Bekasi. Hal ini pernah dilakukan saat korban driver di Plumpang, Jakarta Utara. “Ya seperti biasa dikala ada rekan-rekan kita di lapangan yang terkena musibah ya kita akan berusaha menengok korban dan pihak keluarganya atau mungkin ke rumah sakit saat masih dirawat.”

Terkait kejadian driver gojek yang mengalami kaki patah menabrak separator busway di Mampang Prapatan pada Minggu (1/11), ia pun berharap bersama tim gojek untuk galang aksi solidaritas. “Saya baru mendengar beritanya, belum konsolidasi dengan rekan-rekan. Kita akan usahakan untuk menggalang aksi solidaritas sesama driver gojek,” himbaunya.

Diujung perbincangan dengan Beritaekspres.com, ketika ditelisik keperdulian PT Gojek, di mana TKP korban Kuswara tak jauh dengan posisi kantor pelatihan gojek di mampang ia pun sigap merespon. “Kalau untuk ke tejun ke lapangan biasanya tugasnya seorang satgas, tindakan penyambung lidah atas kejadian di lapangan dengan orang kantor artinya ujung tombaknya di lapangan ya satgas,” akunya.

Apa yang terjadi di lapangan sudah dipercayakan sepenuhnya berita dari para satgas. Dan sebelum satgas ke langanan biasanya para driver yang mengalami permasalahan telepon ke emergency call ke kantor PT Gojek,” pungkas pria asal Cirebon yang kini menjalin interaksi kemitraan dengan gojek paguyuban Kota Kembang Bandung. (Tejo Nagasakti)