KPAID Kota Bekasi Gandeng Komisioner KPAI Pusat Erlinda Iswanto Gelar Sosialisasi Anak di SD Bani Saleh Bekasi

0
110

BERITA BEKASI – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bekasi gandeng Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, Erlinda Iswanto gelar sosialisasi anak di SD Swasta milik Yayasan Bani Saleh beralamat di Jalan RA Kartini No.7, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (6/11/2015).

Dalam kesempatan itu, Erlinda memberikan penerangan tentang prilaku anak yang baik yang dikemas melalui sebuah cerita positif yang dipandu proyektor yang ditembakan ke layar agar anak-anak dapat mengerti dan memahami apa yang dijelaskan. “Dengan cara ini, anak-anak yang masih duduk ditingkat sekolah dasar, dapat mengerti apa yang kita maksudkan,” ujar Erlinda kepada Beritaekspres.com dilokasi sosialisasi, Jumat (6/11).

IMG_4006Menurutnya, sosialisasi seperti ini perlu dilakukan untuk pencegahan sejak dini tentang prilaku anak, agar mereka dapat memahami dan membedakan mana prilaku yang buruk dan mana prilaku yang baik. “Pencegahan sejak dini itukan lebih baik dari pada sudah kejadian dan ini perlu dilakukan ke sekolah-sekolah untuk menghadapi atau mengimbangi perkembangan jaman baik melalui prilaku ataupun teknologi,” katanya.

Dijelaskannya, perkembangan teknologi dan pembangunan yang semakin pesat dari tahun ke tahun membuat para orang tua juga merasa harus menyesuaikan perkembangan anak nya agar tidak di cap ketinggalan trend oleh lingkungan. Sudah bukan hal yang baru lagi jika melihat anak sekolah dasar menenteng gadget mahal untuk menghabiskan waktunya.

IMG_4024Masih kata Erlinda, aktifitas di luar rumah pun semakin berkurang, sehingga anak akan mengalami ketergantungan terhadap teknologi dan kesadaran terhadap lingkungan semakin hilang. Perkembangan teknologi memang tidak bisa di cegah atau pun di hindari. Peralihan zaman sudah sewajarnya mengalami perkembangan, tetapi memberi keleluasaan pada anak akan kemudahan teknologi juga bisa berdampak buruk bagi pertumbuhan mereka.

Masa kanak kanak tambahnya, adalah masa pencarian jati diri dan penyesuaian terhadap lingkungan. Banyak para orang tua yang merasa bangga apabila anak nya unggul dan piawai dalam mengoperasikan teknologi. Ini jelas pemahaman yang salah, orang tua berperan penting untuk masa depan mereka. Anak ibaratkan kertas putih yang kosong dan orang tua adalah pensil warna. Oleh sebab itu dibutuhkan kehati-hatian dalam mengolah kertas kosong tersebut agar tidak di kotori oleh gambar serta pemahaman yang salah,” tandasnya.

IMG_4010Dalam acara tersebut, Erlinda juga memberikan ruang waktu tanya jawab sebagai acara penutup, baik dari para siswa dan siswi juga para guru yang bentanya seputar persoalan anak atau kekerasan terhadap anak. Sekali-kali Erlinda menyempatkan bergurau dan bercekrama untuk mencairkan suasan agar tidak terlalu tegang. Erlinda pun dapat penyambutan hangat dari para siswa dan siswi juga para guru. Selain siswa SD, siswa SMP yang masih satu gedung sekolahan pun tak mau ketinggalan untuk mendengarkan Erlinda.

Turut mendampingi Erlinda, Komisioner KPAID Kota Bekasi yakni, Bidang Pengaduan dan Advokasi, Rury Arief Rianto, Bidang Pendidikan, Sugeng Wijaya, Bidang Sosialisasi, Haryekti Rina dan Satuan Tugas (Satgas) Sopar Makmur Napitupulu dan dihadiri kepala sekolah dan para guru SD yayasan milik Bani Saleh. (Indra)  

IMG_4010 IMG_4013

IMG_4055 IMG_4034