Kuasa Hukum Blegur: Pernyataan Dinkes Kota Bekasi Terkait Dugaan Malpraktek Fayla Tak Manusiawi

0
42

BERTA BEKASI – Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota Bekasi, dr Anne Nurchandrani di salah satu media, mengundang kecaman dari pihak keluarga Fayla Raafani Blegur (1,5thn) yang diduga menjadi korban malpraktek yang dilakukan tim medis Rumah Sakit Global (RS) Awal Bros beberapa waktu lalu.

Dalam media tersebut Anne Nurchandri mengatakan pihak keluarga tidak usah membesar – besarkan masalah meninggalnya Fayla Raafani Blegur yang sampai saat ini belum jelas apa penyebabnya. Pernyataan tersebut diutarakan Kadinkes Pemkot Bekasi karena diduga di desak oleh pihak keluarga korban untuk segera mengusut kasus tragedi Fayla.

Pernyataan Kepala Dinas Pemerintah Kota Bekasi itu pun turut membuat kuasa hukum keluarga korban, M. Ihsan angkat bicara pada kesempatan konfrensi pers yang digelar, Jumat (6/11/2015) sore tadi di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jalan Teuku Umar No. 10/12, Menteng, Jakarta Pusat. M. Ihsan yang saat ini berada dalam naungan Advokat dan Pengacara Najamudin Lawing mengatakan bahwa tidak sepatutnya seorang pejabat pemerintahan mengutarakan hal yang dinilai tak manusiawi semacam itu kepada awak media.

“Inikan yang meninggal warga Bekasi, perkataan dia (Kadinkes Pemkot Bekasi, Anne Nurchandri) itu sangat tidak manusiawi. Sangatlah lumrah kalau dia didesak pihak keluarga untuk usut tuntas kasus ini, karena sampai detik ini kita saja belum tahu apa yang menjadi penyebab kematian Fayla sebenarnya,” ujar M. Ihsan kepada Beritaekspres.com saat menggelar konfrensi pers.

M. Ihsan juga menegaskan, desakan yang dilakukan keluarga korban merunut pada Undang – Undang Kesehatan Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, dimana dalam Undang – Undang dikatakan bahwa setiap pasien memiliki hak untuk memperoleh informasi baik itu tentang hak dan kewajiban pasien, hak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, memperoleh layanan kesehatan yang bermutu dan lain sebagainya.

Saat ini kuasa hukum bersama keluarga korban tengah menanti hasil dari tim audit investigasi Dinas Kesehatan Pemkot Bekasi hingga, Selasa (10/11/2015) depan. Jika dalam batas waktu yang telah ditentukan hasil tersebut tak juga diterima oleh pihak keluarga korban, maka langkah selanjutnya kasus tragedi Fayla Rafani Blegur ini akan diserahkan ke Polda Metro jaya.” Pungkasnya. (Agung)