Danramil Kapten Inf Joko Maryadi: Pluralisme Dalam Pembangunan Sarana Ibadah

0
63

BERITA KEDIRI – Perbedaan tidak wajib untuk diberlakukan dalam kehidupan sosial bermasyarakat, karena perbedaan itu sendiri sudah ada jauh sebelum manusia ada. Koramil 14/Plosoklaten meniadakan segala perbedaan dengan konteks Pluralisme, secara spesifik mungkin bisa jadi tolok ukur kerukunan antar umat beragama di Kediri, Jawa Timur, Jumat (13/11/2015).

“Tiap Idul Adha, Pak Pendeta (Setiadi) selalu turut menyumbangkan 2 ekor kambing ke masyarakat, masalah penyembelihan pun beliau menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat yang notabene mayoritas non-nasrani. Demikian pula saat Idul Fitri, beliau (Setiadi) juga turut berpartisipasi menyumbangkan beras, sepenuhnya diatur oleh masyarakat disini,” kata Danramil Plosoklaten Kapten Inf Joko Maryadi, saat berteduh di pohon beringin.

Sangat munafik lanjutnya, kalau kita menutup mata, disaat beliau (Setiadi) sangat membutuhkan uluran tangan kita tidak peduli sama sekali, hanya gara-gara perbedaan keyakinan saja, terlebih lagi gara-gara musim hujan saat ini, itu hal yang tidak sepatutnya diperdebatkan,” sambung Kapten Inf Joko Maryadi.

Rumah ibadah yang terletak di Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, memang sudah lama tidak layak digunakan, tembok sebelumnya terbuat dari triplek dan berdiri sejak 2004, baru tahun ini dibongkar total dirubah menjadi tembok.

“Saya berterima kasih kepada Pak Danramil (Kapten Inf Joko Maryadi) yang telah membantu pengerjaan rumah ibadah ini, apalagi saya perhatikan beberapa bulan ini, anggotanya (Koramil Plosoklaten) banyak yang wira wiri (lalu lalang) di sawah bantu petani,” ungkap Setiadi.

Koramil Plosoklaten dalam menerapkan toleransi antar umat beragama tidak hanya diungkapkan dengan kata-kata, tapi dengan perilaku dan tindakan nyata, sesuai Rapat Koordinasi antara Kodim 0809/Kediri dengan FKUB Kota dan Kabupaten Kediri pada bulan agustus lalu.  (D-7)