Terganjal Permodalan dan Persaingan, 30 Persen Koperasi di Kota Bekasi “Mati Suri”

0
80

BERITA BEKASI – Sedikitnya 30 persen dari 500 koperasi yang beroperasi di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, saat ini berkategori “mati suri” karena sudah tidak mampu lagi melakukan kegiatan perkoperasian.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi, Aceng Solahudin, mengakui bahwa ratusan koperasi yang berkategori mati suri tersebut juga sudah tidak aktif. Sebab, selama dua tahun berturut-turut tidak melakukan kegiatan perkoperasian, termasuk Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Padahal sudah berbadan hukum,” kata Aceng kepada Beritaekspres.com, Senin, (16/11/2015).

Mayoritas yang mati suri, kata dia, koperasi yang bergerak di bidang perdagangan, maupun produksi. Koperasi itu, ucap dia, tak dapat eksis karena terbentur berbagai persoalan, misalnya pemodalan, dan persaingan.

Aceng mengatakan untuk mengatasi ratusan koperasi yang mati suri tersebut, pihaknya akan segera melakukan verifikasi lapangan. Jika dalam verifikasi ditemukan adanya permasalahan, akan dilakukan pendampingan pada koperasi bersangkutan, termasuk dalam hal manajerial.

Bagi koperasi yang masih bisa dibenahi dan mampu menjalankan kegiatan perkoperasian, katanya, akan diberikan pendampingan, pelatihan dan pembinaan hingga koperasi bersangkutan benar-benar sehat dan kuat, namun bagi koperasi yang benar-benar tidak mampu lagi dan kepengurusannya tidak jelas, kemungkinan akan dibubarkan.

Aceng menambahkan, 70 persen koperasi yang eksis sampai sekarang paling banyak bergerak di bidang simpan pinjam. Koperasi itu, dapat berkembang karena bisa memanfaatkan jasa pinjam dari nasabahnya.

“Pendirian koperasi mampu menekan bisnis renterir atau bank keliling yang memberatkan masyarakat,” kata Aceng.

Sementara, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Anim Imanudin mengatakan, pemerintah harus memanggil dan mendorong serta membina bersama dewan koperasi indonesia daerah bagi koperasi yang mati suri tersebut.

“Dibuat pendidikan pelatihan khusus koperasi yang mati suri,” kata dia “Hadirkan sukses story koperasi yang berhasil untuk memberi semangat.”

Ia menambahkan,  kalau masih saja tak berjalan, mau tidak mau, pemerintah harus tegas untuk konsolidasi kelembagaan koperasi.

“Dibekukan dari pada membuat gambaran yang tidak baik terhadapan gerakan koperasi,” kata Anim. “Atau melalui refitalisasi secara kelembagaan.” Tandasnya. (NDI)