Dengar Masukan Rakyat, Presiden Jokowi Minta Para Menteri Hindari Polemik di Publik

0
75

BERITA BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri Kabinet Kerja dan para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian untuk saling bekerjasama, dan saling bersinergi dalam perencanaan dan penganggaran program kerja Pemerintah tahun 2016.

“Hindari tabrakan antar lembaga, antar kementerian. Tidak ada lagi yang namanya polemik di publik yang mengambarkan perbedaan. Perbedaan hanya di ruangan, di forum-forum kabinet,” tegas Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada sidang kabinet paripurna, yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/11/2015) pagi.

Presiden berharap, jajaran pemerintah bisa melangkah dengan cepat, ada terobosan yang akan  dilakukan, belajar dari pengalaman 2014-2015 sehingga program terintegrasi, terkonsolidasi dengan baik. “Semuanya satu garis lurus terhadap visi misi Presiden dalam Nawacita, dalam Rencana Program Jangka Menengah (RPJM),” tuturnya.

Presiden Jokowi mengingatkan para menteri dan kepala LPNK agar melihat mana program yang akan menjadi prioritas, mana yang strategis, mana yang berdampak luas pada rakyat, dan mana yang prioritas kedua, ketiga, keempat.

“Saya minta para menteri, para kepala lembaga negara non kementerian, harus berani membuat terobosan-terobosan yang cepat. Dengan cara-cara yang baru, dengan pola-pola yang baru. jangan terjebak pada kebiasaan/kebiasaan yang lalu, business as usual,” pinta Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga meminta komunikasi dengan rakyat harus terus dilibatkan, dan masukan-masukan dari masyakat harus didengar. “Ajak masyarakat, libatkan dalam melakukan terobosan dan perubahan-perubahan itu,” tuturnya.

Tampak hadir dalam sidang kabinet paripurna itu antara lain Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki.

(SLN/UN/OJI/RAH/ES