Temu Komunikasi 3 Kecamatan Fokus Bahas Penyelesiaan Pengerjaan Infrastruktur

0
62

BERITA BEKASI – Pertemuan tokoh masyarakat, Ketua RW Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Utara dan Bekasi Timur dengan Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berlangsung di lapangan RW 32 Kelurahan Teluk Pucung Bekasi Utara, Kamis (26/11/2015).

Sebanyak puluhan perwakilan warga dari 3 Kecamatan ini bersilaturahmi dengan pimpinan daerah dan para kepala SKPD, Camat dan lurah. Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Walikota Bekasi H. Ahmad Syaikhu.

Hadir pula beberapa anggota DPRD Kota Bekasi seperti Rahmawati, Daryanto, Heri Purnomo, Wasimin, Mahrul Falah, Bambang Sutopo dan Saheralayali.

Pertemuan ini dilakukan sebagai silaturahmi para pelaksana pembangunan di Kota Bekasi dengan warga masyarakat. Selain itu proses penyerapan informasi publik dan informasi pembangunaan masyarakat kepada pemerintah serta kebijakan selanjutnya yang akan dilakukan pemerintah.

Kegiatan ini juga telah dilakukan secara simultan di beberapa Kecamatan lainnya di Kota Bekasi. Walikota Bekasi Dr. H Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu meluangkan waktunya untuk bertemu dengan para tokoh masyarakat dan para Ketua RW.

Pada kesempatan Temu Komunikasi di Kecamatan Utara ini, Wakil Walikota Bekasi H. Ahmad Syaikhu mengatakan dalam membangun Kota Bekasi harus terus ditanamkan kebersamaan. Diantara para pemangku kebijakan, eksekutif dan legislatif serta warga masyarakat terus terjalin kekompakan.

“Saya berterima kasih atas kehadiran warga dan tokoh masyarakat, anggota DPRD.  Mudah-mudahan aspirasi dan masukan dalam kegiatan ini menjadi perhatian kita agar pembangunan di Kota Bekasi berjalan lancar,” kata Ahmad Syaikhu.

Dalalm kesempatan itu, sejumlah pertanyaan dari warga lebih banyak mengenai keluhan infrastruktur jalan, saluran dan jembatan. Hingga mengatasi persoalan banjir.  Termasuk progres pengerjaan infrastruktur yang masih dilakukan di beberapa wilayah di Kota Bekasi.

Selain mengenai infrastruktur jalan, warga juga menyampaikan kebutuhan gedung kelurahan di Aren Jaya Bekasi Timur dan normalisasi saluran dan pemangkasan sejumlah pohon berusia tua di Kali Kemakmuran Bekasi Selatan.

Ahmad Syaikhu kemudian menanggapi beberapa permintaan warga agar pengerjaan infrastruktur saluran dan jembatan bisa segera diseselaikan. Menurutnya warga perlu lebih sedikit bersabar sebab pelaksanaan pembangunan dilaksanakan bersamaan dihampir seluruh wilayah sehingga dampaknya mengalami keterlambatan. Termasuk di wilayah lain ada keterlambatan.

“Keterlambatan ini dampak dari banyaknya titik konsentrasi perbaikan saluran, jalan dan jembatan. Mohon kepada warga lebih bersabar,” kata Ahmad Syaikhu.

Untuk itu ia mengintruksikan kepada jajaran Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi mencari terobosan mengatasi keterlambatan jelang tenggat waktu pelaksanaan kegiatan di APBD 2015 Kota Bekasi menyisakan waktu kurang dari sebulan.

Namun selain itu, ia juga mengingatkan bentuk perhatian dan  pengawasan agar terus ditingkatkan sehingga persoalan pembangunan tidak menimbulkan dampak yang merugikan.

“Pengawasan terhadap kegiatan perlu terus dilakukan. Mudah-mudahan dalam sebulan ini progres pekerjaan infrastruktur berjalan lancar,” kata Ahmad Syaikhu.

Sekretaris Disbimarta M Ridwan juga mengatakan Disbimarta melakukan pengawasan pengerjaan sesuai SK Walikota Bekasi. Kata dia termasuk pengawasan dari masyarakat yanh juga perlu dilibatkan. Bisa melalui berbagai media penyampaian dan Disbimarta akan menindaklanjuti.

“Merujuk SK Walikota tentang pengawasan diantara juga termasuk pengawasan dari masyarakat. Dari kami sendiri juga melakukan pengawasan. Bila ditemukan akan ada sanksi bagi pengembang yang pengerjaannya tidak sesuai spek dan waktu pengerjaan. Kita beri teguran hingga putus kontrak maupun di blacklist,” kata Ridwan.

“Pengerjaan jalan Dewi Sartika tidak dibayar karena menyalahi kerjasama. Bagi warga jangan ragu-ragu. SK Walikota ini mewadahi dan memayungi pengawasan dari warga semua kecamatan. Sampaikan kepada kami bisa juga melalui media sosial Disbimarta Kota Bekasi,” ucap Ridwan.

Usai acara temu komunikasi ini, Wawali Ahmad Syaikhu juga sempat memberikan informasi rencana peningkatan besaran insentif bagi para ketua RW dan Ketua RW. Sebelumnya Ketua RT perbulan menerima insentif sebesar Rp 400 ribu dan Ketua RW sebesar Rp 600 ribu

“Ada kebaikan RT jadi Rp 700 ribu dan Ketua RW 1 juta. Maka itu kami harapkan peran serat ketua RT dan RW dilapangan lebih baik bekerja,” kata Ahmad Syaikhu.

“Saya juga apresiasi peran serta RT RW Posyandu, PKK dan seluruh elemen masyarajat yang telah bekerja untuk mewujudkam Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan,” tutup Wawali Ahmad Syaikhu. (Goeng/Ndi)