Tampak Akrab, Didit Susilo: Ahok Memungkinkan Dipasangkan Dengan Rahmat Effendi Maju Pilgub

0
80

BERITA BEKASI – Pilkada DKI Jakarta akan digelar pada tahun 2017 mendatang. Berbagai tokoh nasional sudah meramaikan bursa bakal calon Gubernur (Balon-Gub) mulai dari yang digadang-gadang parpol atau jalur independent.

Dari berbagai survey muncul nama-nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Adhyaksa Dault, Sandiago Uno (pengusaha) dan Nur Mahmudi Ismail (mantan Walikota Depok).

“Melihat realita politik dan karakteristik Ibukota DKI Jakarta yang tidak bisa dipisahkan dengan Kota Bekasi, perlu penjajakan pemasangan Ahok dengan Walikota Bekasi Rahmat Effendi untuk maju Pilkada,” jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Minggu (29/11/2015)  

Belakangan ini Ahok dan Rahmat Effendi terlihat akrab dalam berbagai kesempatan pasca kisruh sampah TPST Bantargebang. Ahok yang memiliki gaya meledak-ledak bisa memiliki patner yang pas dengan gaya Rahmat Effendi yang louw profil. Permasalahan ibukota hampir identik dengan permasalahan Kota Bekasi yang merupakan Mitra Praja Utama atau daerah penyangga utama.

“Jika memungkinkan pasangan ini bisa menjadi kekuatan untuk menyelesaikan permasalahan seperti kisruh sampah ibukota, daerah perbatasan dan kependudukan,” katanya.

Kemunculan Rahmat Effendi lanjutnya, juga bisa membuka peluang Ahok untuk dicalonkan dari parpol –parpol tengah terutama Partai Golkar. Di internal Partai Golkar sudah tidak ada masalah, karena untuk pencalonkan Pilkada diserahkan Tim 9 gabungan kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.

“Politik itu dinamis, tinggal bagaimana warga DKI melihat pasangan ini bisa diterima publik atau tidak,” imbuhnya.

Menurutnya, Ahok yang merupakan incumbent yang mewakili multi etnis nusantara sangat memungkinkan ditopang tokoh parpol yang berasal dari etnis Betawi dan mewakili kalangan suara Islam. Sehingga kombinasi itu mewakili semua unsur yang mewakili semua karasteristik masyarakat Ibukota.

Publik Kota Bekasi tambahnya, pasti akan menanggapi secara positif jika salah satu warganya berkiprah di tingkat nasional dan begitu juga Partai Golkar yang akan menanggapi serupa dengan berbagai hitungan politik serta menjajaki koalisi untuk menggolkan pasangan ‘baru’ tersebut.

“Dalam politik penjajakan lebih awal sah-sah aja, baik dari publik ataupun dari Parpol. Jika nanti pasangan ini juga tidak memungkinkan pasti ada dinamika baru. Kan sah-sah saja mewacakan pemimpin dari jaring Ibukota yang muncul dari mana-mana saja dimungkinkan apalagi dari Kota Bekasi tetangga dekat DKI Jakarta,” pungkas Didit.  (Indra)