Dampak Lingkungan, Warga Pondokgede Bekasi Tolak Perpanjangan Izin Tower BTS

0
70

BERITA BEKASI – Warga di Jalan Curug Jaya RT07/RW01, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, menolak perpanjangan izin pendirian tower Base Transceiver Station (BTS) di wilayah setempat. Izin menara telekomunikasi tersebut telah habis pada akhir September lalu dari kontrak selama 10 tahun.

“Kami khawatir akan dampak yang ditimbulkan, karena berdiri di tengah-tengah lingkungan,” kata warga Egy kepada Beritaespres.com, Minggu (29/11/2015).

Menurut dia, tower setinggi 24 meter tersebut berdiri sejak sepuluh tahun lalu. Adapun, pemilik lahannya ialah Almarhum Syamsudin. Pada saat pendirian pun, warga tak dilibatkan, tiba-tiba tower itu berdiri dan beroperasi.

“Kita tidak pernah tahu proposalnya seperti apa, gambarnya juga seperti apa,” katanya.

Padahal, kata dia, akibat adanya tower itu berdampak pada lingkungan. Misalnya, ketika ada petir langsung beralih ke rumah warga, ditambah ketika angin kencang warga khawatir tower itu roboh dan menimpa rumah.

“Kalau terkena angin kencang, tower goyang-goyang seperti mau roboh, kami jadi takut,” katanya.

Warga lainnya, Haji Roy mengatakan, pada pertemuan pertama pembahasan perpanjangan izin, pihak ahli waris kukuh ingin memperpanjang kontrak. Padahal, banyak warga yang menolak dengan berdirinya tower tersebut. Karena itu, ia akan menggelar pertemuan lagi dengan ketua RW setempat.

“Kami akan melakukan penandatangan penolakan untuk diserahkan kepada pihak kelurahan dan kecamatan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya menuntut perusahaan provider untuk membongkar tower tersebut. Sebagai pertimbangan perusahaan, warga juga mengirim surat berikut tanda tangan penolakan.

“Kami sebelumnya pernah mngirim surat penolakan kepada perusahaan, tapi belum ada jawaban dari PT Telkom dan pemilik lahan,” katanya. (NDI)