Mengalami Kemunduran, Budi Aryanto: PDIP Kota Bekasi Calon Gagal Menang Pilkada 2018

0
74
Ketua DPC PDIP Kota Bekasi, Anim Immamudin

BERITA BEKASI – Partai PDI Perjuangan yang konon katanya selalu menggaungkan ‘Marhaenisme’ ini, mengalami kemunduran, pasca terpilihnya Ketua DPC PDIP Kota Bekasi, Anim Immamudin. Kemunduran itu terlihat dari banyaknya hujan kritikan sesama kader PDIP. Kali ini, kritikan yang tak kalah pedas itu datang dari kader PDIP yang juga mantan pengurus DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Barat, Budi Aryanto.

Tema atau slogan ‘Mari Bung Rebut Kembali’, pada Rakecab DPC PDIP Kota Bekasi, 22 November 2015 lalu, menurut Budi adalah sebuah omong kosong belaka. Pasalnya, DPC PDIP Kota Bekasi yang saat ini berbeda pimpinan dan kepengurusan, dikhawatirkan hanya akan membuat partai berlambang banteng moncong putih itu mengalami kemunduran dan bukan sebaliknya seperti apa yang diyakini dalam tema pada rakercab saat itu.

“Slogan itu hanya omong kosong. Jika Ketua DPC dan kepengurusan tidak dirombak, maka PDIP tidak akan bisa seperti apa yang disebutkan dalam slogan pada Rakercab PDIP lalu,” kata pria yang juga aktifis partai itu kepada Beritaekspres.com, Minggu (29/11/2015) kemarin.

Menurutnya, PDIP Kota Bekasi perlu melakukan perombakan terstruktur oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), demi menjaga kualitas dan elektabilitas partai yang selama ini dianggap menurun.

“Mulai dari ketua, sekjen serta pengurus di DPC PDIP, apakah mereka benar-benar seorang kader sejati yang memiliki marhaen yang mampu membesarkan partai?” tanyanya.

Lanjut Budi, ada baiknya pemimpin DPC tidak belaga dan membohongi diri sendiri, dengan mengira dirinya mampu memimpin PDIP Kota Bekasi. Akan lebih baik bagi partai untuk ke depannya, jika yang bersangkutan bersikap bijaksana dan memilih mundur dari jabatannya. Begitu pula dengan para pengurus yang tak memberikan kontribusi dan bukan berasal dari kader PDIP, agar secepatnya hengkang dari partai.

“Bagi pengurus DPC yang bukan berasal dari kader PDIP harus tahu diri dan berkaca. Bahkan yang tidak lihai untuk berkomunikasi agar mundur dari kepengurusan, jangan pertahankan diri jika tak mampu sebagai pengurus di DPC. Terlebih Ketua DPC harus berkaca diri.” tegasnya.

Menurutnya, kegagalan itu terlihat saat interplasi PPDB online 2015 yang di gaung-gaungkan oleh fraksi PDIP DPRD Kota Bekasi tidak dilaksanakannya dengan serius, “Gagalnya interpelasi oleh PDIP, bukankah ini sudah suatu kemunduran partai? Bagaimana nanti di Pilkada mendatang? Rakyat sudah cerdas, PDIP partai wong cilik, mana itu semua?” katanya dengan nada kesal.

Entah disadari atau tidak, namun jika terus-menerus mengalami kemunduran, PDIP Bekasi dikhawatirkan bakal tumbang di Pilkada mendatang dan tak mampu bersaing dengan parpol lain. Hal ini tentunya sangat miris, bila melihat PDIP menjadi partai pemenang saat ini.

“Kalau sudah begini, apalagi yang ingin direbut kembali? PDIP itu partai pemenang, jadi yang perlu dibenahi itu kepengurusan dan pimpinan di DPC. Tidak ada itu rebut-merebut. Kami partai wong cilik. Partai pemenang yang pro terhadap rakyat, bukan pro kepada pemilik uang banyak. Dan janganlah menjadi kader bermental ‘rupiah’,” cetusnya.

Sementara itu, emosi yang tak kalah meluap-luap juga dilontarkan Ketua PDIP Bekasi Utara, Arif Rahman Hakim. Menurutnya, slogan ‘Mari Bung Rebut kembali’ cukup menarik untuk memberikan semangat bagi para kader.

“Kalau semboyan itu ingin ditanamkan kepada kader PDIP untuk kembali merebut kemenangan di Pilkada Kota Bekasi, maka pengurus partai khususnya DPC PDIP harus bisa membangun komunikasi dengan baik dan intens,” ujarnya.

Menurutnya, jalinan komunikasi bukan hanya kepada pengurus partai, namun juga yang ada di bawahnya, yakni PAC dan anak ranting yang ada di sayap-sayap partai, dimana mereka juga turut memperjuangan dan membesarkan PDIP Kota Bekasi.

“Senior sebagai pengurus DPC partai memang kurang intens membangun komunikasi dengan kalangan itu. Inilah akhirnya yang akan membuat PDIP Kota Bekasi mengalami kemunduran.” paparnya. (M.Alfi)