Reskrim Polres Bekasi Kota Tangkap 2 Pelaku Bersaudara Penyuntik Gas Elpiji Bersubsidi

0
106

BERITA BEKASI – Polres Bekasi Kota kembali menangkap pelaku pemproduksi penyutikan Gas bersubsidi berukuran 3 KG ke 12 KG. Berdasarkan laporan Polisi Nomor: LP/2280/K/XI/2015/SPKT/Resta Bks Kota tanggal 28 November 2015, penangkapan dilakukan di Kp. Kebantenan Jatiasih, Kel. Jatiasih, Kec. Jatiasih, pada hari Sabtu, (28/11/2015) kemarin.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota, Komp. Ujang Rohanda, penggerebekan terjadi pada pukul 12.30 WIB yang dilakukan oleh Unit III Sat Reskrim Polres.

“Saat penggerebakan, pelaku sedang memproduksi. Tim kami mendapatkan 2 orang pelaku, yakni Lammarjoyo Erikjon Rudi Sartono Lumban Raja dan Lamsudirmanto Ediper Sarlon Harianto Lumban Raja,” ujar Ujang.

Selain itu, penangkapan tersebut juga di barengi dengan adanya barang Bukti, 1 unit Mobil Suzuki APV bernompol B 9737 KAH, yang memuat Gas Elpiji 12 Kg sebanyak 16 buah (berisi), dan Gas Elpiji 3 Kg sebanyak 64 buah (kosong).

Sedangkan barang bukti pada 1 unit mobil Suzuki Carry berwarna merah bernompol B 9042 VI, mengangkut sebanyak 224 buah Gas elpiji berukuran 3 Kg (berisi), 276 Gas elpiji 3 Kg dalam keadan kosong, 90 buah gas elpiji berukuran 12 Kg dengan keadaan kosong.

“Jadi penyuntikan ini dar 4 gas berukuran 3 Kg di pindahkan ke gas berukuran 12 Kg. Nanti ukurannya juga setelah di tabung gas 12 kg itu tidak sepenuhnya, hanya terisi 10 sampai 11 kg aja,” ungkapnya.

Sementara, tersangka Ediper yang diduga sebagai otak dari penyuntikan gas bersubsidi ini mengakui, bahwa gas-gas tersebut sengaja ia produksi.

“Memang kami yang produksi bang. Kami belum lama menjalankan hal ini. Sebelumnya kami hanya supir angkot,” papar Ediper saat di mintai keterangannya di hadapan awak media.

Dalam operasi yang di jalankan 2 saudara asal Medan ini, bisa memproleh keuntungan sebasar Rp2 juta perharinya dari hasil penjualan Gas Elpiji 12 Kg sebanyak 60 buah.

Menurut AKP. Siswo, Kabag Humas Polres Bekasi Kota, pelaku mengatakan baru sekitar 1 minggu menjalankan aksinya, “Mereka bilang aksinya baru 1 minggu yang di distribusikan ke agen-agen di wilayah Kota Bekasi,” terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan ancaman pidana memproduksi dan mempredagangkan gas bersubsidi yang tidak sesuai dengan takaran atau ukurannya.

“Tersangka di kenakan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a, b dan c, UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, atau pasal 32 ayat (2) jo pasal 30 UU No 2 tahun 1981 tentang Metrologi legal, yakni kurungan penjara maksimal 5 tahun penjara.” Tambahnya Ujang. (M.Alfi)