Didit Susilo: Pemisahan PDAM Tirta Bhagasasi Untuk Pengelolaan Kemandirian Air Minum

0
289

BERITA BEKASI – Rencana akuisasi PDAM Tirta Bhagasasi (TB) menjadi penting dilakukan agar kedua daerah Kab/Kota Bekasi bisa mandiri dalam mengelola kemandirian air minum. Akuisisi juga bertujuan untuk bisa meningkatkan pelayanan kepada konsumen secara maksimal. Kisruh dan tarik ulur kepentingan tidak akan terjadi lagi, termasuk dalam menentukan komposisi penyertaan modal (saham) dari kedua belah pihak.

“Sesuai semangat Otonomi Daerah sudah selayaknya PDAM tersebut dipisah, selain akan efisien juga kedua belah pihak bisa mengembangkan perusahaan daerah tersebut secara mandiri, meningkatkan ekspansi untuk menambah kuantitas dan kualitasnya pelayanan,” jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo kepada Beritaekspres.com, Minggu (20/12/2015).

Saat ini lanjut Didit, Tirta Bhagasasi merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki bersama oleh Pemkot Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan prosentase saham 45% – 55%. 

Dengan kepemilikan bersama tersebut, menjadikan PDAM Tirta Patriot (milik Kota Bekasi) sering berbenturan secara teknis dalam melakukan pelayanan air minum. Kondisi tersebut menyulitkan kedua perusahaan daerah air minum untuk ber-ekspansi. Bahkan dalam pemasangan pipa-pipa air bersih di wilayah Kota Bekasi sering bersinggungan.

Kedua perusahaan plat merah air minum ini, sering mendapat berbagai keluhan para pelanggan bahkan konsumen masih menganggap satu managemen dengan PDAM Tirta Patriot. Akibatnya, perbaikan pelayanan sering terhambat sikap ragu-ragu apalagi dalam melakukan ekspansi pelaynan dalam mengejar target millenium development goals (MDG’s). 

Dengan  proses akuisisi tambahnya, setidaknya Kab Bekasi bisa menarik aset yang dimilikinya dan mendapatkan kompensasi ratusan miliar dari angka tafsiran apreisel. Dana segar tersebut bisa menjadi suntikan modal baru PDAM Tirta Bhagasasi untuk melakukan ekspansi pelayanan air minum ke semua wilayah Kab Bekasi. Kab Bekasi juga bisa makin mengembang pipanisasi air bersih ke daerah-daerah pelosok yang selama ini masih kesulitan air bersih jika kemarau panjang tiba.” Pungkasnya. (Indra)