Walikota Bekasi Desak Dinas Kebersihan Untuk Evaluasi Kesejahteraan Pesafon

0
54

BERITA BEKASI – Walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi meminta Dinas Kebersihan mengevaluasi menyeluruh kaitan kesejahteraan para petugas kebersihan yang biasa menyapu dijalan atau yang biasa disebut pesafon agar mampu maksimal dalam bekerja, yang menurutnya masih menggunakan sistem kerja yang jauh dari standar operasional prosedur (SOP) atau prosedur yang ada dalam bekerja.

“Yang harus di evaluasi mulai dari jam kerjanya, atribut kelengkapan mereka hingga gaji yang saya kira masih perlu dievaluasi lagi,” kata Rahmat, disela tatap muka bersama 747 petugas Pesafon dan seluruh aparatur Dinas Kebersihan Kota Bekasi, di Balai Patriot kantor Walikota Bekasi, Selasa (22/12/2015) kemarin.

Rahmat juga menyayangkan, dengan gaji pesafon Rp1,5 juta perbulan perorang dianggap sangat minim dengan kondisi saat ini, yang tidak sebanding dengan tugas dan tanggungjawab pesapon.

“Mereka bekerja ada yang 5 – 8 jam sehari, dan full dalam satu minggu, tidak ada liburnya, kan ngak sesuai dengan gaji sekarang,” katanya. “Kita (Pemkot Bekasi saja sudah tetapkan UMK Rp3 juta lebih, masa mereka pesafon tidak bisa kita naikan gajinya,”.

Namun demikian lanjut Rahmat, pihaknya belum dapat menyampaikan secara rinci besaran kenaikan gaji para pesafon yang rencananya ditahun 2016 akan dinaikan. “Mudah-mudahan 2016, kan nanti dibahas dinas terkaitnya dulu, kalaupun 2016 kita naikan kan bisa apa nanti di ABT,” ujarnya.

Selain tidak layaknya perlengkapan kerja para pesafon, Rahmat juga menyinggung surat izin mengemudi (SIM) yang digunakan para sopir truk pengangkut sampah. “Lah kalau pakai truk itukan mestinya pakai SIM -B , nah ini kok semuanya masih pakai SIM – A.  Itulah yang termasuk segera untuk di evaluasi serius,”pungkasnya. (NDI).