Pejabat dan Kepsek Kota Bekasi Doyan Melancong Ke Luar Negeri

0
141

BERITA BEKASILuar negeri masih menjadi tempat pilihan mengisi liburan panjang bagi sebagian besar pejabat maupun kepala sekolah. Negara Eropa dan Asia juga dijadikan sebagai tempat Kunjungan Kerja (Kunker) atau studi banding bagi pejabat penyelenggara negara tersebut, Minggu (3/1/2016).

Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai, sebagian besar prilaku para pejabat bergaya hidup hedonisme. Hal itu terlihat dari, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di luar negeri.

Menurut dia, biasanya program kerja tersebut mereka bungkus dengan melakukan kegiatan kunjungan kerja atau studi banding.  Meskipun dampak kunker atau studi banding terhadap pembangunan itu hasilnya tidak signifikan.

“Kunjungan itu dikemas oleh studi banding agar tidak dicurigai  rakyat, bahwa sebenarnya mereka jalan-jalan ke luar negeri tidak ada manfaat bagi rakyatnya,” tegas Uchok.

Beberapa negara Eropa yang kerap dikunjungi para pejabat eksekutif ditingkat pusat maupun daerah antara lain ialah, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Italia. Sedangkan, negara di Asia yang biasa dijadikan tempat favorit pejabat adalah, Singapura, Thailand, Malaysia.

Faktanya, banyak para pejabat yang berkunjung ke negara tersebut untuk sekedar berbelanja atau menghabiskan waktu liburannya.

“Mereka (pejabat) yang doyan, jalan-jalan ke luar negeri hanya untuk menghabiskan duit saja,” ujarnya.

Oleh karena itu Center For Budget Analysis berharap pemerintah pusat maupun daerah bisa melaksanakan program kerja skala prioritas. Disamping itu, sebaiknya kegiatan ke luar negeri dihapuskan. “Kegiatan ke luar negeri itu dihapuskan saja,” pungkasnya.

Senada, anggota Komisi D, DPRD Kota Bekasi, Sanwani juga mengkritik prilaku sejumlah  kepala sekolah di Kota Bekasi, yang doyan plesiran ke luar negeri.

Kritikan itu dilontarkan Sanawani, ketika mengetahui adanya sejumlah kepala sekolah negeri yang melakukan plesiran pada waktu sedang melaksanakan hajat pendidikan, yakni pelalaksanakan ujian nasional atau pendaftaran peserta didik baru.

Kendati demikian, Ketua Pokja Pendidikan Komisi D ini, mengatakan jalan-jalan ke luar negeri yang dilakukan sejumlah kepala sekolah, boleh saja karena itu merupakan hak, akan tetapi kegiatan itu tidak melanggar dari pada tugas dan kewajibannya sebagai tenaga pendidik.

“Memang itu hak mereka,” katanya. “Tetapi kalau jalan-jalan ke luar negeri, kesannya daerah kita (Bekasi) tidak ada yang bagus. Seperti daerah tertinggal saja,” sindirnya.

Lebih jauh dikatakan Sanwani, beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mengundang ratusan kepala sekolah paling jujur se-Indonesia datang ke Istana Negara. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memberikan penghargaan terhadap para kepala sekolah yang telah berhasil menjaga integritas sekolah selama pelaksanaan ujian nasional setidaknya lima tahun trakhir ini.

Sanwani berharap kepada para kepala sekolah di Kota Bekasi, untuk menjadikan motivasi momentum tersebut, sehingga kualitas pendidikan di Kota Bekasi menjadi lebih baik.

“Meskipun perwakilan kepala sekolah dari Kota Bekasi tidak ada yang diundang, paling  tidak kegiatan itu dijadikan motivasi oleh seluruh kepala sekolah kita, agar bisa berprestasi lagi,” imbuhnya. (BOY)