Wakil Kepala Sekolah “Bejat” di Bekasi Hamili Siswi

0
2293
Ilustrasi

BERITA BEKASI – Seorang siswa berinisial LTP (15), mendadak menyambangi PPA Polresta Bekasi Kota. Bocah kelas 3 SMP itu, mengaku telah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh Ahmad Syahroni (45) wakil kepala sekolahnya.

Ironisnya dari persetubuhan tersebut, korban pun mesti menjalani operasi. Lantaran, di usia belia korban melahirkan seorang bayi perempuan dengan usia yang telah beranjak 1 bulan 19 hari.

Korban bercerita, jika kasus asusila itu terjadi sekitar bulan Maret 2015. Saat itu, korban yang selalu meraih rengking di sekolahnya, SMP Persada Bhakti, Jalan Persada, Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, diminta untuk tinggal di kelas setelah jam pulang sekolah.

“Dia (pelaku) guru saya juga, guru sastra, guru agama, macem macem. Dan juga, kepala sekolah juga. Waktu itu, saya diminta periksa kertas ulangan temen temen di kelas. Nah, saat di kelas, dia dateng bawa minuman, kaya jus gitu. Saya pun gak sadar,” ungkap korban.

Tak berselang lama, bocah pertama dari 4 bersaudara itu lalu diajak untuk meninggalkan kelas. Ia dibawa ke sebuah hotel melati yang tak jauh dari sekolahnya. Dengan masih mengenakan seragam sekolah lengkap.

“Katanya mau diantar pulang, tau-tau di bawa ke kamar hotel,” jelasnya.

Di dalam kamar itulah, Ahmad Saroni lalu memodusi pelaku. Katanya, ia cinta dan sayang dengan korban. Bahkan, ia berjanji akan menceraikan istri sahnya, Ita Minarsih.

“Dia bilang, kalau istrinya gak pernah nyuci di rumah. Gak rajin kaya saya, lalu dia bilang sayang. Istrinya juga guru di sekolah, ngajar Matematika,” ucap korban.

Setelah sukses mengarap kemolekan tubuh korban itulah, pelaku rupanya ketagihan. Ia rupanya kerap mendatangi rumah korban, dengan berpura-pura hendak memberikan mata pelajaran tambahan.

“Dia sering main ke rumah. Bapak dan mama taunya kan di guru. Katanya, mau ngajarin saya ngaji. Pas rumah kosong, bapak mama gak ada, dia minta tunjukin kamar saya. Lalu, diajak masuk ke kamar,” ucapnya.

Serupa. Di dalam rumah korban itulah, pelaku melancarkan aksi bejatnya. Setelah merayu, ia meminta gadis berbadan tinggi ini melayani hawa nafsunya.

“Di kamar dia bilang, mau nikahin saya. Mau ceraiin istrinya. Dia bilang sayang saya,” lugu korban bercerita.

Tak pelak, dalam tempo itulah akhirnya korban berbadan dua. “Ngelakuinnya 4 kali, pertama di hotel, 3 kalinya di rumah aku. Waktu itu aku-nya masih 14 tahun,” ucap korban yang akhirnya dikeluarkan dari sekolah karena hamil.(Thio)