Forwara Bekasi, Agus Budiono: Oknum Wartawan Peras Silahkan Proses Hukum

0
21
Agus Budiono

BERITA TANGERANG – Ketua Forum Wartawan Pemantau Peradilan (Forwara) Bekasi, Agus Budiono mengatakan, jika ada oknum wartawan yang tertangkap tangan atau terbukti telah melakukan pemerasan silahkan diproses secara hukum yang berlaku.

“Prilaku pemerasan, sudah diluar ketentuan UU Pers No.40/1999 tentang pungsi dan tugas seorang wartawan,” ujar Agus Budiono kepada Beritaekspres.com, Minggu (17/1).

Selain itu lanjutnya, sikap tersebut sudah merusak dan mencoreng profesi wartawan dalam menjalankan tugas dan pungsinya. “Kita tidak mentolerir prilaku-prilaku yang merusak dan memalukan ini, jika memang terbukti silahkan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Diakui Agus, salah satu dari ketiga oknum yang diciduk oleh Unit Reskrim Polsek Pondok Aren di Tangerang Selatan dalam kasus dugaan pemerasan terhadap pengusaha tenaga kerja, merupakan anggota Forwara Bekasi. “Bagi anggota yang melanggar kaidah journalist, kita tidak akan menghalangi proses hukumnya,” tandas Agus.

Oknum Wartawan
Oknum Wartawan

Diberitakan sebelumnya, tiga oknum wartawan dan LSM diciduk Unit Reskrim Polsek Pondok Aren tengah melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha jasa tenaga kerja atau Asisten Rumah Tangga pada, Selasa(12/1/2016) malam.

Tiga dari empat orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM asal Bekasi, Jawa Barat, terpaksa harus berurusan dengan polisi, setelah tertangkap tangan melakukan pemerasan terhadap pengusaha beralamat di Jalan Kucica Sektor 9 Bintaro Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kapolsek Pondok Aren Kompol Roger Jhon Piri melalui Kanitreskim Iptu Agung Sangaji menjelaskan, mereka melakukan aksinya mendatangi PT Citra Kartini Mandiri (CKM) yang dinilai bermasalah dengan jumlah empat orang dan memiliki peran masing-masing untuk melakukan pemerasan. 

“Tiga orang dari empat pelaku pemerasan yang mengaku sebagai wartawan berasal dari Bekasi Jawa Barat, berinisial BP dan oknum LSM berinisial RS dan satu orang wanita yang belum diketahui namanya, sedangkan satu orang pelaku berhasil meloloskan diri,” terang Agung

Direktur PT CKM Ardi menuturkan, penangkapan terhadap tiga pelaku pemerasan itu berawal saat komplotan tersebut datang dan mengancam kepada pemilik usaha dan membawa keranah hukum dan akan dimuat di koran mingguan tersebut.

Ardi selaku Direktur menerangkan, sekitar bulan Desember, mereka datang berjumlah tiga orang menanyakan ijin perusahaan, kemudian datang satu orang dari LSM meminta uang sebesar Rp5 juta dengan alasan untuk kontribusi, agar masalah  tidak dilanjutkan keranah hukum.

“Terpaksa saya berikan agar permasalahna cepat selesai,” ungkapnya.

Namun, komplotan tersebut tambahnya, kembali melalui telepon seluler salah seorang meminta uang senilai Rp100 juta. Merasa terancam korban yang merasa resah dengan ulah wartawan koran mingguan itu kemudian melapor ke Polsek Pondok Aren dan langsung menangkap tiga orang tersebut.

Akibat perbuatanya  pelaku dijerat dengan KUHP pasal 368 tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (Indra/BT)