Akibat Air Got, Warga Harapan Baru Bekasi Mengalami Gatal-Gatal dan Borok

0
431

BERITA BEKASI – Warga RW O3 dan 06 Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengalami gatal-gatal hingga luka borok di bagian kaki sejak beberapa bulan lalu. Hal itu ditengarai pendangkalan kali yang berimbas terhadap saluran air (got) warga di RW03 dan RW06 Kelurahan Harapan Baru, menjadi tersumbat. Bahkan, air got yang berwarna hitam pekat tersebut telah memasuki dan menggenangi permukiman warga hingga ketinggian 20 centimeter (cm).

“Penderitaan warga sudah berbulan-bulan, air got masuk ke dalam rumah kami. Banyak warga yang menderita penyakit kulit. Kami berharap pemerintah daerah mencarikan solusinya,” ungkap Iwan (45).  Dia berharap, Pemerintah Kota Bekasi mencarikan solusi bagi warga yang permukiman terendam air got.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengatakan Kali Irigasi yang melintas di dua Rukun Warga (RW), Kelurahan Harapanbaru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengalami pendangkalan yang cukup parah.

“Kita sudah mendatangani lokasi, Jadi air got yang berwarna hitam telah memasuki permukiman warga hingga ketinggian 20 cm. Kondisi ini, membuat warga mengalami penyakit gatal-gatal yang cukup parah,” kata Kepala BPBD Kota Bekasi, Herry Ismiradi, Senin (18/1).

Menurut Herry, kondisi warga mengalami luka koreng di bagian kaki sejak tiga bulan lalu. “Lukanya ada sangat parah, karena air got sudah masuk ke rumah-rumah warga,” katanya.

Dia menjelaskan, meluapnya air got hingga masuk ke perumahan warga di RW 03 dan RW 06 Kelurahan Harapanbaru, terjadi karena adanya pendangkalan Kali Irigasi.

“Harusnya, air got yang ada di perumahan warga mengalir melalui Kali Irigasi. Namun Kali Irigasi mengalami pendangkalan sehingga air got tidak mengalir kali tersebut,” jelasnya.

Pendangkalan di Kali Irigasi, kata dia, sudah sangat parah. Di bagian tengah Kali Irigasi semestinya dapat menampung debit air hingga ketinggian air mencapai 2 meter.

“Setelah dicek, ketinggian air di tengah Kali Irigasi hanya mencapai 50 cm dan selebihnya merupakan tumpukan lumpur,” tuturnya. 

Diketahui, kata dia, terdapat 150 kepala keluarga (KK) di kedua Rukun Warga tersebut mengalami dampak penyakit kulit.

Menurut keterangan Pelaksana Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Fery Santoso, warga yang mengalami penyakit kulit terparah terjadi di RW 03 Kelurahan Harapanbaru. “Solusinya melalui pengerukan kali (normalisasi),” sambung Fery. 

Penyakit kulit yang dialami warga seperti gatal-gatal dan terjadi pembengkak akibat luka terutama di RW 03 yang terdiri dari tiga Rukun Tetangga (RT).

Dia menjelaskan, normalisasi saluran air dapat dilakukan dengan mengerahkan alat berat ke lokasi. (NDI)