Musim Penghujan, Jasa Service TV di Banyuwangi Meningkat

0
131

BERITA BANYUWANGI – Musim penghujan membawa berkah tersendiri bagi sejumlah jasa service televisi (TV) di Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur. Pasalnya, penghasilan mereka naik hingga 30 persen dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya dimusim panas.

Kepada Beritaekspres.com, Sudarsono (39) salah seorang tukang service TV asal Desa Bedewang, Kecamatan Songgon mengaku, musim hujan menjadi berkah bagi dirinya dan beberapa rekan seprofesinya. Hampir setiap hari, ada saja warga yang memperbaiki televisi akibat disambir petir. “Tiap hari ada tiga dan empat orang yang datang,” ujar lelaki yang membuka bengkel service di Kecamatan Srono ini, Rabu (27/1/2016).

Sebagian besar warga yang datang mengaku jika TV mereka mati total atau rusak setelah disambar petir. Saat dibuka, kondisi kerusakkanya juga cukup parah, yakni harus ganti komponen yang rusak karena hangus. “Harus ganti komponen baru bisa normal lagi,” katanya.

Jasa service televisi selalu meningkat jika musim hujan tiba. Hal itu juga dirasakan Ipan (42) warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Setiap tahun jika musim hujan tiba, banyak warga yang datang kerumahnya dengan membawa TV mati total akibat disambar petir. Tak ayal, rumahnya penuh dengan televisi rusak. “Kalau meningkat jumlah iya, tapi ongkos tidak naik alias tetap,” candanya.

Untuk ongkos perbaikan televisi yang mati total akibat disambar petir tersebut berkisar antara Rp30-65 ribu tergantung tingkat kerusakkan. Yang membuat mahal adalah ganti komponen elektronik atau perangkat lunak yang rusak dan harus diganti. Apalagi, tidak semua merek TV memiliki jenis komponen yang sama. “Butuh waktu lama, kalau komponennya tidak ada di toko,” jelasnya

Agar televisi tidak tersambar petir saat hujan tiba, Ipan menyarankan sebaiknya pesawat TV dimatikan, dan mencabut steker kabel AC TV dari terminal listrik PLN, dan jika TV menggunakan antena luar sebaiknya juga mencabut jek antena yang menancap di belakang TV. “Kalau semua kabel masih terpasang, besar kemungkinan tersambar petir,” pungkasnya. (Rony)