Setelah 9 Hari, Dita Baru Laporkan Dugaan Pengeniayaan ke Bareskrim

0
69

BERITA JAKARTAAnggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu dilaporkan staf ahlinya Dita Aditia Ismawati ke Bareskrim Polri atas dugaan penganiayaan yang terjadi pada, (21/1) lalu.

Namun, baru dilaporkan korban pada, Sabtu (30/1) malam tadi dengan didampingi Sekretaris DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino.

Adanya jedah waktu selama 9 hari sejak kejadian hingga sampai kepelaporan ke Bareskrim tersebut berkaitan dengan posisinya sebagai pengurus biro perempuan dan anak DPW NasDem DKI Jakarta. 

Peristiwa itu terungkap, ketika ada rapat NasDem, Wibi melihat mata Dita lebam seperti kena pukulan. Setelah ditanya korban Dita mengaku dipukul Masinton.

“Kemarin pas rapat matanya bonyok. Kenapa mata lo? Dia nggak ngomong, nggak ngaku malah nangis. Setelah ditanya-tanya, akhirnya baru ngaku (dipukul Masinton),” ujar Wibi dilansir detikcom, Minggu (31/1/2016).

Wibi yang juga anggota badan advokasi hukum NasDem, lalu mengkonfirmasi hal itu kepada Masinton langsung. Namun Masinton membantah. Sampai akhirnya Wibi dihubungi oleh ibunya Dita yang membenarkan aksi pemukulan itu kepada anaknya.

“Ibunya Dita telepon saya nangis. Masinton juga pernah datang untuk mengajak damai kasih pengobatan ke RS Aini supaya sembuh,” ujarnya.

Meski diberi pengobatan, namun Dita didampingi Wibi tetap melaporkan Masinton ke Bareskrim dan diterima malam tadi. Masinton dilaporkan dengan pasal penganiayaan.

“Kita bela kader, nggak mau politisir. Ini ada kader NasDem dipukul anggota DPR PDIP,” tegasnya.

Soal pengobatan bagi Dita itu sebelumnya dibenarkan oleh Tenaga Ahli Masinton, Abraham Leo Tanditasik. Namun Abraham menyebut pengobatan itu atas permintaan Dita.

“Besoknya tanggal 22 Januari 2016 Dita menelepon saya minta dibantu biaya pengobatan karena ingin dirawat di rumah sakit mata Aini di daerah Kuningan. Permintaan Dita saya sampaikan ke Pak Masinton dan dibantu biaya perawatan di RS mata Aini,” terang Abraham.

Leo dan Masinton selanjutnya membesuk Dita dirawat di RS Mata Aini selama 2 hari 2 malam yang didampingi orang tuanya untuk menanyakan kondisinya. Berhubung kondisi memar di sekitar mata sudah membaik, atas saran dokter Dita diperbolehkan pulang.

“Selama masa pemulihan, Dita disarankan untuk sementara istirahat dan diperkenankan izin tidak masuk kerja,” ucap Abraham. (***)