Kasus Ani, Komisi IX DPR: Biaya Ditanggung, Minta Polisi Usut Tuntas

0
63
Korban PRT Ani

BERITA JAKARTA – Insiden penganiayaan yang dialami seorang pembantu rumah tangga (PRT) oleh majikannya dikawasan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur, masih menyimpan trauma yang cukup dalam, meski sudah mendapatkan perawatan selama empat hari. Namun kondisi kesehatan Ani, masih terlihat belum stabil, Sabtu (13/2/2016).

Ani mengaku, masih terus merasakan sakit di kepalanya akibat pukulan benda tumpul yang kerap di benturkan ke kepalanya oleh majikannya. Ani juga mengungkapkan, dirinya sering mendapatkan siksaan dari seluruh penghuni rumah, dipukul dan diperlakukan tidak senonoh hingga disekap di lantai dua.

Isak tangis pun tak ter-elakan, saat Ani di jenguk oleh ketiga rekannya yang juga merupakan sesama pembantu rumah tangga yang juga sering menjadi korban penganiayaan.

Pengakuan dari rekan sesama pembantu Ani, dirinya juga sering melihat Ani dianiaya oleh majikannya. Tak hanya Ani, ketiga pembantu termasuk dirinya juga kerap dianiaya oleh majikannya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR-RI, Irma Suryani mengatakan, pihaknya akan menanggung semua biaya pengobatan Ani dan berharap kasusnya ditangani sampai tuntas agar tidak ada lagi korban lainnya.

“Biaya pengobatan Ani akan kita bantu, kita juga minta kepada pihak kepolisian, agar kasus ini dapat diselesaikan hingga tuntas, supaya tidak ada lagi korban Ani yang lainnya,” katanya, Sabtu (13/2).

Sementara itu, tak banyak yang diharapkan korban, Ani hanya ingin sehat kembali agar dapat bertemu dengan kedua orang tuanya dikawasan Bogor, Jawa Barat. Dan persoalan hukum, Ani menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian. (Steve)