Bareskrim Polri: Korban Sindikat Jual Ginjal Capai 30 Orang

0
12

BERITA JAKARTA – Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memperkirakan korban dalam kasus sindikat perdagangan organ tubuh manusia terkait tersangka HS mencapai 30 orang.

“Sebelumnya pengakuan tersangka HS ada 15 orang, tapi setelah kami ambil data dari RSCM, jumlah korban ada 30 orang,” kata Kepala Subdit III Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Umar Surya Fana, Kamis (18/2/2016).

Saat ini, penyidik Bareskrim masih fokus memeriksa resipien ginjal dan para korban. Pemeriksaan tersebut untuk mencari bukti keterlibatan oknum RSCM dalam komunikasi antara tersangka dan resipien.

Pasalnya, hingga kini polisi belum bisa menemukan bukti keterkaitan dari pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam kasus perdagangan ginjal.

“Kami sampai detik ini masih belum punya sedikitpun alat bukti yang mengkaitkan RSCM terlibat dalam perdagangan ginjal,” ungkap Umar.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap sindikat penjualan organ ginjal dan menangkap tiga tersangka dalam kasus tersebut yakni, HS alias H, AG alias A dan DD alias D. HS ditangkap polisi di Jakarta. Sementara AG dan DD diringkus di Bandung, Jawa Barat.

Dalam kasus ini, tersangka HS berperan sebagai penghubung ke pihak rumah sakit. Sementara 2 tersangka lainnya, AG dan DD berperan untuk merekrut para pendonor.

Diketahui, RSCM merupaka salah satu dari tiga rumah sakit yang ditengarai sebagai tempat dilakukannya operasi transplantasi ginjal dan dua rumah sakit lainnya berinisial C dan AW. Hingga kini, pihak Kepolisian masih terus mendalami kasus penjualan organ tubuh tersebut. (CR-1)