Upacara Peringatan Hardiknas di Pemkab Tulungagung

0
99

BERITA TULUNGAGUNG Bertempat di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung di Jalan A. Yani Timur No. 37 Tulungagung telah dilaksanakan Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2016 dengan  tema “Nyalakan Pelita Terangkan Cita Cita” yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulungagung. 

Bertindak sebagai Irup Wakil Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo, MM,  Perwira Upacara  di jabat oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung  Suharno, MPd, MM  dan Komandan Upacara dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dwi Karyono, Spd, Senin (2/5/2016)

Upacara tersebut diikuti oleh sekitar 750 peserta terdiri dari 1 SST TNI (Kodim 0807), 1 SST Polri (Polres tulungagung), 2 SST Linmas Tulungagung, 1 SSK Korpri Tulungagung, 1 SST Mahasiswa, 1 SSK Pelajar SMU, 1 SSK Pelajar SMP, 1 SSK Pelajar SD, 1 SST Pramuka, Ormas/pemuda, dari Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Tampak hadir dalam Upacara Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2016 Forpimda dan Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Asisten Sekda, Kepala Badan /Dinas /Kantor, Kabag Lingkup Setda, Kepala Kantor Kementerian/Instansi Vertikal, Perwira Kodim 0807 Tulungagung, Perwira Polres Tulungagung, Camat Tulungagung, Pejabat Eselon lll Pemkab. Tulungagung, Tokoh Masyarakat dan Organisasi Pemuda serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanat  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang di bacakan oleh Wakil bupati Tulungagung yang intinya Hari Pendidikan Nasional ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini,  ayo kita ikut bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu.

Karena itulah pada tahun ini kita memilih tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita” sebagai tema keriaan Hari Pendidikan Nasional. Kita ingin pendidikan benar- benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.

Ada tiga langkah penting untuk membangun remaja demi masa depan yang bebas narkoba. Pertama, dalam lingkungan keluarga, orang tua berkewajiban memberikan kasih sayang yang cukup terhadap para remajanya. Mereka tidak boleh cepat marah dan main pukul tatkala sang remaja melakukan kesalahan baik dalam tutur kata, sikap, maupun perbuatannya, tanpa diberi kesempatan untuk membela diri.  

Kedua, dalam lingkungan sekolah, pihak sekolah berkewajiban memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang narkoba sebagai bentuk antisipasi terhadap informasi serba sedikit namun salah tentang narkoba yang selama ini diterima dari pihak lain.

Ketiga, dalam lingkungan masyarakat, para tokoh agama, perangkat pemerintahan di semua tingkatan mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, Lurah, hingga RT dan RW perlu bersikap tegas dan konsisten terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dilingkungannya masing-masing yang didukung penuh oleh pihak keamanan dan kepolisian.

Bahwa Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 2 Mei tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengenang hari kelahiran, Ki Hadjar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional, namun lebih merupakan sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan rasa paatriotisme dan nasionalisme pada seluruh insan pendidikan dalam lingkungan keluarga.

Selain itu, orang tua juga berkewajiban memberikan kasih sayang yang cukup terhadap para remajanya tentang narkoba sebagai bentuk antisipasi terhadap informasi serba sedikit namun salah tentang narkoba yang selama ini diterima dari pihak lain.

Pada pelaksanaan Upacara tersebut dilaksanakan Penandatanganan lembar pengesahan kurikulum terintegrasi P4GN di lingkungan pendidikan dan Penyerahan piagam penghargaan juara lomba mata pelajaran bagi siswa siswi SMU se Kabupaten Tulungagung di lanjutkan dengan foto bersama. (Penrem 081)