Ngopi Santai Dengan Walikota Bekasi di Kaki Lima ALun-Alun

0
105
Rahmat Effendi (Topi)

KOTA BEKASI – Tidak ada yang menyangka dengan kedatangan orang nomor satu di Kota Bekasi ke Alun-Alun Kota Bekasi pada, Rabu (18/5/2016) malam. Rahmat Effendi datang dengan menggunakan jaket kulit hitam, menggunakan topi, tanpa pengawalan ketat seperti biasanya seorang pejabat Walikota yang mendatangi suatu lokasi atau wilayah yang dikunjunginya.

“Lagi pada ngapain duduk disitu? Lagi pada minum-minum ngak,” cletuk Rahmat kepada sekumpulan orang yang tengah asik bercekrama dibawah pohon Taman ALun-Alun Kota Bekasi, tanpa mengetahui bahwa pria yang menyapa tersebut adalah Walikota Bekasi.

Mendengar sapaan tersebut, sekumpulan orang yang tengah bercengkrama itu, kaget dan beranjak sambil menjawab “Ngak Bang”. Terlebih lagi, setelah mengetahui bahwa yang menegor itu ternyata Walikota Bekasi. Tak plak, sekumpulan orang yang tengah asik bercengkrama tersebut, langsung berebutan bersalaman dengan Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

“Jujur kaget saya kalo yang negor tadi ternyata Bang Pepen, karena suasananya agak gelap dan silau sama sinar lampu. Lagian biasanya, kalo Walikota mau datangkan sudah heboh,” ujarnya kepada Beritaekspres.com, Rabu (18/5/2016).

Saya suka sambungnya, dengan gaya Bang Pepen sapaan akrab Walikota Bekasi turun secara mendadak kelapangan untuk mengetahui situasi masyarakat Kota Bekasi secara langsung dimalam hari ke Taman Alun-Alun Kota Bekasi.

“Tanpa pengawalan ketat, santai sambil bercengkrama dengan warga yang tengah asik bersantai,” tandasnya sambil berharap Bang Pepen maju dan terpilih lagi dipercaya memimpin Kota Bekasi.

Setelah bercengkrama dan melihat beberapa titik lokasi warga yang tengah asik berkumpul, Rahmat langsung menuju satu titik lokasi, mengajak ngopi bareng sambil santai yang kebetulan ada sekumpulan insan pers yang tengah santai yang akhirnya turut bergabung. “Sini gabung aja sekalian kita ngobrol sambil santai ngopi,” imbaunya kepada masyarakat yang lewat memperhatikan kehadirannya.

Acara ngopi santai pun, dihiasi dengan beberapa dialog ringan antara Rahmat dengan insan pers juga masyarakat yang turut serta ingin ngobrol dengan Walikota Bekasi. “Tempat santai seperti ini, perlu untuk masyarakat melepas lelah dan bercengkrama baik dengan kerabat ataupun keluarga,” katanya.

Untuk para pedagang lanjut Rahmat, tetap tertib dan menjaga kebersihan lingkungan jangan sampai sampah ada dimana-mana. “Ini saya perhatikan, tempat sampahnya kurang bahkan ada yang tidak ada. Coba nanti saya tegor siapa yang ngurus para PKL ini, termasuk kurangnya lampu penerangan taman,” imbuhnya.

Kedepannya lanjut Rahmat, ditengah Alun-ALun ini akan dikasih air mancur supaya terlihat indah dan bagus dipandang. Dan untuk para pedagang kaki lima (PKL) nantinya diatur. “Kita selalu berusaha untuk mengatur, bukan mengusur supaya tidak menganggu estetika Kota dan merusak,” katanya.

Selain persoalan Alun-Alun, ngopi santai semala kurang lebih 2 jam tersebut, Rahmat juga menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari insan pers dan masyarakat. Mulai dari rencana pembangunan Kota Bekasi kedepan dan persoalan-persoalan yang ada tentang Kota Bekasi. (***)