Warga Pemkab Bogor Desak Agar Dipindahkan ke Kota Bekasi

0
63

BERITA BEKASI – Semakin gerah dengan janji manis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, ribuan warga Villa Nusa Indah I, II, dan III di Desa Bojong Kelur, hari ini menggalang petisi. Pasalnya petisi ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan mereka berhijrah ke Kota Urban sebelahnya, yakni Kota Bekasi.

Kata Cucu, salah seorang warga yang ikut melakukan penadatangan di atas kain putih itu, sejak tahun 2002 silam, keberadaan warga Desa Bojong Kelur sangat minim perhatian dari tangan Pemkab Bogor. Perbaikan jalan serta banjir yang menjadi problem di perumahan Villa Nusa Indah, sudah cukup dikelola secara mandiri oleh warga.

“Kami sejak tahun 2002 lalu, menangani masalah banjir dan jalan rusak disini selalu gotong royong alias patungan antar warga lainnya. Waktu itu memang pernah banjir disini, Cuma Pemkab hanya mengirimkan bantuan untuk menyemprot lumpur yang ada di jalan, perbaikan yang kami minta tidak pernah terealisasi,” cetusnya kepada BeritaEkspres.com saat di temui di lokasi penggalangan tanda tangan, di Desa Bojong Kelur, Minggu (22/5/2016) pagi.

Warga Bojong Kelur-2Ia juga mengatakan, bahwa keseriusan warga yang ada disini tidak untuk mengancam, melainakan kebulatan tekad untuk pindah menjadi warga Kota Bekasi, “Kami serius ingin pindah menjadi warga Kota Bekasi. Kami melihat, Pemerintah Kota Bekasi cepat tanggap dengan problem warganya. Sementara, akses kami untuk mengurus pelayanan kependudukan juga sangat dekat ke Kota Bekasi,” ungkap Cucu.

Sementara dalam hadirnya di tengah aksi warga, Kepala Desa Bojong Kelur, Firman Ryansyah mengatakan, Senin (23/5/2016) 19 SKPD Pemkab Bogor akan mengunjungi dan memantau langsung keadaan warga Villa Nusa Indah di Bojong Kelur. Hal itu ia sampaikan atas instruksi dari Bupati Bogor, Nurhayanti.

“Sesuai perintah Bupati, besok senin 19 SKPD akan turun langsung ke sini (Villa Nusa Indah) untuk memantau keadaan yang di keluhkan warga disini,” ungkapnya kepada awak media.

Warga Bojong Kelur-4Ia tidak ingin berandai-andai keadaan yang di keluhkan warganya bisa segera teratasi. Menurutnya, jika memang untuk kepentingan warga, tidak butuh waktu satu minggu agar biasa menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini.

“Tidak usah berandai-andai, kami warga bojong kelur berharap, Bupati dapat merespon langsung yang di keluhkan warga Bojong Kelur. Jangankan 7 hari, kalau bias harus sesegera mungkin merespon positif dengan tindak-tindakan yang nyata,” kata Firman.

Firman juga mengucapkan rasa terimakasihnya ke Walikota Bekasi, Rahmat Effendi yang berempati dengan keadaan warga di Bojong Kelur saat ini. Selain itu ia juga meminta, agar Pemerintah Kota Bekasi dapat membantu mengawasi bangunan-bangunan yang ada di bantaran sungai untuk di tertibkan.

“Kami sangat terimakasih kepada Walikota Bekasi, atas rasa empatinya. Namun kami juga berharap agar Pak Wali dapat membantu mengawasi dan menertibkan bangunan-bangunan tanggul yang tidak sesuai dengan ketentuan yang di tetapkan Kementerian PU, agar segera di normalisasi, supaya penyempitan sungai cikeas dan cileungsi yang menyebabkan banjir itu tidak menjadi bagian di desa kami,” pungkasnya. (Alfi)