Jual Dollar Palsu, Menantu dan Mertua Digelandang Polisi

0
68

BERITA BANYUWANGI – Mata uang Singapura senilai 1000 dolar yang diduga asli tapi palsu (aspal) sempat beredar di wilayah Polsek Srono. Namun peredaran upal ini akhirnya dikuak petugas dan berhasil menangkap dua pria yang diduga sebagai pelaku.

AK (52) dan AD (27), ditangkap aparat dari kediamannya di Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, sekitar  pukul 19.00 WIB, Jumat (27/5/2016).

Menantu dan mertua ini terpaksa digelandang ke Mapolsek Srono atas laporan David Wijaya (44), pemilik Toko Emas Semar di Pasar Sumberayu, Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar.

David Wijaya merupakan korban penipuan uang dolar palsu yang melibatkan kedua tersangka. Kisah ini terjadi pada pukul 13.30 WIB pada, Selasa (24/5) lalu, saat korban sedang menunggu proses pengremasian jasad orang tuanya di Yayasan Bakti Sosial di Desa Kebaman, Kecamatan Srono.

Salah seorang karyawan korban bernama Sofian (30), datang bersama tersangka AD menanyakan kurs dolar Singapura. Korban pun menjawab bahwa nilai tukar mata uang Negeri Singa adalah 9.650 rupiah/satu dolarnya.

Usai mendengar jawaban korban, AD lantas menjual uang dolar yang dia pegang kepada pemilik toko emas itu.

Traksaksi siang itu senilai 9.650.000 rupiah. Setelah menerima uang AD pulang ke rumahnya di kawasan Muncar. David semula yakin dolar Singapura yang dijual pelaku adalah asli. Keyakinan ini muncul usai menerawang uang lembaran kertas tersebut.

Sehari berselang, kisah Kapolsek Srono AKP Ali Masduki, korban menyuruh Ones Deda, petugas keamanannya untuk menukarkan dolar Singapura itu ke penukaran mata uang asing di wilayah Genteng. Kabar buruk diterima korban saat mendengar penjelasan anak buahnya bila uang dolar tersebut palsu.

“Kasus ini baru dilaporkan kepada kita pada 27 Mei 2016. Selanjutnya dilakukan lidik dan mengarah kepada AD,” papar AKP Ali Masduki.

Ternyata, uang dolar Singapura itu bukan milik AD. Dia hanya disuruh mertuanya, AK, untuk menukarkan mata uang asing yang kini disita polisi. Pengakuan itu menjadikan AK turut menjadi tersangka. Menantu dan mertua itupun akhirnya mendekam bersama di sel Mapolsek Srono.

“Kita sudah koordinasi dengan Bank Indonesia Cabang Jember untuk memastikan bahwa uang dolar itu palsu. Pengelola penukaran mata uang asing yang beroperasi di Genteng juga siap menjadi saksi,” sambungnya.

Kepada petugas, David mengaku baru kali ini menjadi korban penipuan mata uang asing. Biasanya uang luar negeri yang dia beli dari warga selalu asli.

Keteledorannya terjadi lantaran sewaktu pembelian uang dolar Singapura yang dilakukannya bersama AD tidak di rumah.  Sehingga uang asing yang dibeli tidak sempat diperiksa menggunakan alat detektor khusus.

“Hasil terawangan mirip aslinya. Makanya  langsung tak bayar,” akunya. (***)

Biro Banyuwangi: Rony