Polsek Pelabuhan Ketapang Gagalkan Penyelundupan Arak Bali

0
78

BERITA BANYUWANGI – Tiada Hari Tanpa Razia (THTR) yang digelar secara rutin aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT) di pintu masuk dan keluar Pelabuhan Ketapang berhasil menggagalkan penyelundupan arak Bali. Sebanyak 4 dos berisi miras produksi rumahan asal Pulau Dewata ditemukan aparat dalam bagasi  Bus Setiawan nopol AG 7192 UA yang melayani trayek Denpasar – Trenggalek.

Ketika dilakukan pembongkaran, 4 dos itu ternyata berisi 72 botol bekas air mineral arak Bali. Sebanyak 24 botol berukuran 1,5 liter dan 48 botol lainnya berkapasitas 600 mililiter. Seluruh barang bukti itu disita aparat dan dibawa ke Mapolsek KPT Ketapang. Operasi ini digelar petugas pada, Kamis (2/6/2016) malam.

Sopir dan awak bus lainnya pun diinterogasi aparat. Miras itu merupakan titipan YT, pemilik agen tiket Bus Setiawan wilayah Denpasar. Barang itu rencananya akan dikirim ke Tulungagung. Nama SN, pemilik agen tiket Bus Setiawan yang beroperasi di wilayah Tulungagung disebut-sebut sebagai pemesan.

Atas temuan barang haram itu, aparat menindak pidana ringan (tipiring) sopir bus berinisial SG (37). Pengemudi kendaraan umum asal daerah Pojok, Garum, Kabupaten Blitar ini diduga terlibat dalam pemuatan miras tersebut. Dia ditengarai tahu mengenai muatan terlarang tersebut namun membiarkannya.

“Modus penyelundupan miras itu menggunakan sistem jaringan antar agen Bus Setiawan. Dugaan kita arak Bali yang kita ungkap akan dipasarkan di wilayah Tulungagung selama puasa Ramadhan. Sementara di bulan suci aparat harus memberi rasa aman warga dari peredaran miras,” terang AKP Hadi Siswoyo.

Kapolsek KPT ini menambahkan, sebelum puasa berlangsung kegiatan THTR di Pelabuhan Ketapang memang sudah diaktifkan. Pengetatan di pintu masuk dan keluar Pelabuhan ASDP maupun Landing Craft Mesin (LCM) tak pernah surut dari pagi, siang sampai malam. Targetnya adalah mengawasi penyelundupan miras, narkoba maupun satwa dilindungi.

“THTR kita pusatkan di pintu masuk dan keluar dua pelabuhan yang menghubungkan antara Jawa dan Bali. Beberapa kasus penyelundupan miras dari Bali telah diungkap aparat KPT. Untuk kasus miras yang diangkut Bus Setiawan merupakan yang terbaru sejak Juni 2016,” papar AKP Hadi Sisiwoyo. (Rony)

Biro Banyuwangi