Disperindagkop Kota Bekasi Sisir Miras Dibulan Ramadhan

0
81

BERITA BEKASI – Petugas gabungan antara Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Satpol PP dan Kepolisian Kota Bekasi yang dibantu unsur TNI menyisir peredaran minuman keras atau miras di wilayah Kota Bekasi pada, Kamis (16/6/2016).

Wakil Walikota Bekasi, Akhmad syaikhu pada apel sidak Peredaran miras mengatakan, peredaran miras di Kota Bekasi sudah sangat mengkhwatirkan dan masyarakat selama dibulan Ramadahan ini merasakan kedamaian dari dampak dampak minuman keras yang banyak menimbulkan tindakan kriminal 

Saya juga lanjut Syaikhu, sedang berusaha melakukan kerjasama, dengan berbagai pihak dintaranya Bea dan Cukai dan pihak lainnya, karena dari berbagai temuan yang kita dapatkan selama mengadakan sidak miras ganjarannya hanya bersifat tindak pidana ringan, sehingga tidak menimbulkan efek jera. 

“Banyak dari miras yang beredar di Kota Bekasi tidak menggunakan Cukai atau memakai Cukai Palsu ini yang akan kita kerja samakan dengan pihak Bea dan Cukai,” jelasnya.

Sementara, Sekertaris Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Bekasi Deded Kusmayadi mengatakan, ratusan miras tersebut disita di delapan lokasi berbeda mulai sejak, Rabu (15/6) kemarin hingga Kamis (16/6) dini hari. Hasilnya, petugas menyita 446 botol miras dari berbagai merek.

Razia kali ini sambung Dedet, menyasar sejumlah warung dan toko jamu di pinggir jalan, yang diam-diam masih menjual miras saat Ramadhan.

“Hasil razia kali ini, kita mengamankan 446 botol miras. Hasil temuan ini menurun dibandingkan razia tahun sebelumnya, ini bukti kesadaran masyarakat kian baik, untuk tidak lagi menjual miras,” kata Deded, yang memimpin langsung razia miras, Kamis (16/6).

Ia menjelaskan, Perda Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Keras, mengatakan, masyarakat dilarang berjualan dan mengedarkan miras. Karena itu, para penjual dan pemilik warung miras akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karena kasus ini termasuk tindak pidana ringan (Tipiring) dengan ancaman maksimal tiga bulan kurungan penjara,” ancamnya.

Deded menambahkan, razia tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya umat muslim dalam menjalankan ibadah pada bulan suci ramadhan.

“Kita akan rutin menggelar razia, agar Kota Bekasi terbebas dari peredaran miras. Miras yang kita temukan ini akan kita sita dan musnahkan. Sedangkan, tokonya kita segel sementara.” Pungkasnya. (Adv/tdy)