Kendala Pencarian Korban Karena Kurangnya Alat Berat

0
71

BERITA PURWOREJO – Memasuki hari ketiga pencarian korban longsor di Purworejo, tim SAR gabungan berhasil menemukan 7 korban yang tertimbun longsor dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi.

Kepada Beritaekspres.com, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono mengatakan, identitas ketujuh korban tersebut yakni, Setyowati (14), Syifa (14), Desti (8), Pandu (10), Misinah (35), Rendra (8) dan Mr. X.

“Mr. X adalah seorang tamu yang kebetulan datang di Desa Donorati, jadi warga sekitar tidak ada yang mengenalinya,” ujar Agus, Senin (20/6/2016).

Sementara korban yang belum berhasil ditemukan ada 13 orang lagi, 7 dari Desa Coak dan 6 di Donorati.

Menurut Agus, hingga saat ini total jumlah korban tanah longsor baik yang meninggal dunia maupun yang masih dalam pencarian di Purworejo mencapai 43 orang.

“Kendala yang kami alami dalam proses pencarian hari ini adalah kurangnya alat berat untuk melakukan penggalian, karena dengan manual pasti akan berjalan lama. Selain itu alat penyemprot air juga kurang,” ungkapnya.

Diketahui, alat berat yang digunakan hari ini baru ada 1 unit, dan saat menjelang sore baru ada penambahan 2 unit lagi.

“Dengan adanya tambahan 2 unit alat berat mudah-mudahan besok kami bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” tandas Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa desa di Kabupaten Purworejo yang tertimpa bencana banjir dan tanah longsor merenggut puluhan korban jiwa.

Adapun korban jiwa selama musibah antara lain di Purworejo ada 43 orang korban,  dimana 30 orang dinyatakan meninggal, dan13 orang masih dalam pencarian. Desa Sidomulyo ada 5 orang korban yang meninggal, dan Desa Pacekelan 2 orang dinyatakan meninggal.

Selanjutnya di Desa Jelok ada 4 korban dinyatakan meninggal, Desa Donorati 9 korban meninggal, dan Desa Caok 10 korban dinyatakan meninggal. 

Sedangkan yang masih dalam pencarian yakni di Desa Donorati 6 orang, dan Desa Caok 7 orang. (Nining)

Biro Semarang