Nenek di Ponorogo Jatim Gagalkan Aksi Pencurian

0
121
Ilustrasi

BERITA PONOROGO – Keheningan malam di Desa Panjeng, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jatim berubah menjadi hiruk pikuk. Pasalnya di tengah ketenangan warga saat larut malam, Jum’at (15/7) sekitar pukul 00.10 WIB dini hari telah terjadi pencurian disertai dengan kekerasan di Desa Panjeng.

Korbannya adalah seorang nenek, Mbah Ridjem (75) janda tua warga Jalan Singosari No.9, Desa Panjeng, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. “Nenek Ridjem adalah korban pencurian dengan kekerasan,” ujar Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Harijadi kepada Beritaekspres.com, Sabtu (16/7/2016).

Mantan Kapolsek Siman ini menerangkan, peristiwa yang di alami nenek Ridjem itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 00.10 WIB. Tersangka SAD masuk rumah nenek Ridjem melalui pintu dapur. “Saat itu pintu terkunci, kemudian di buka paksa dengan cara didorong menggunakan dua tangan, kemudian SAD masuk ke dapur untuk melakukan aksi jahat,” terangnya.

Sementara, tersangkanya SAD adalah warga Desa Jenangan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Dia memaparkan, setelah memasuki dapur tersangka SAD memakai jilbab yang sudah disiapkan dari rumah.

“Kemudian tersangka masuk ke ruang tamu dan saat itu Mbah Ridjem sedang tidur pulas di atas kasur dan kemudian SAD mendekat dan membangunkan Mbah Ridjem,” jelasnya.

AKP Harijadi juga menceritakan jika mMbah Ridjem berteriak sehingga membuat kaget SAD. “Karena teriakan tersebut tersangka SAD memegang Lehernya korban dengan tangan kiri, kemudian paha dan pinggang karena ditekan dengan tumit lalu SAD mengeluarkan pisau yang sudah disiapkan dari rumah,” ungkapnya.

Mantan Kapolsek Mlarak ini juga menuturkan jika SAD mengeluarkan pisau sehingga korban menyerahkan uang kepada tersangka. “Karena ada suara ribut, tetangga nenek itu memberanikan mengetuk pintu sehingga membuat kaget SAD,” katanya.

Pihaknya juga menuturkan jika SAD lari tunggang langgang karena aksi jahatnya diketahui tetangga korban. “Tersangka SAD sempat lari, sebelum akhirnya bisa ditangkap warga,” tegasnya.

Massa yang geram kemudian menghajar SAD sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Jenangan. “Tersangka SAD kami tahan dan kenakan pasal 365 ayat 1 dan 2 huruf 1e dan 3e KUHP,” bebernya.

Dalam peristiwa ini, Polsek Jenangan berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah krudung hitam yang dipakai tersangka, 1 buah pisau yang digunakan untuk menodong korban. “Kami juga amankan satu unit sepeda motor jenis Honda Kharisma warna hitam yang dipakai SAD dan sepasang sandal jepit warna putih serta sebuah kontak sepeda motor tersebut,” imbuhnya.

Selain itu Polisi juga mengamankan barang bukti uang sebesar Rp191.000,00. “Guna kepentingan lebih lanjut, SAD kami amankan.” Tandasnya. (Muh Nurcholis)

Biro Ponorogo