Kejati Jateng Tahan Orang Kepercayaan M. Nazarudin

0
178
Tersangka

BERITA SEMARANG – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menahan Sulistyo Nugroho alias Yoyok, orang kepercayaan M Nazarudin (Permai Group) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan Keluarga Berencana (KB) RSUD Kraton Pekalongan, Kamis (21/7/2016) lalu.

Sebelum tersangka digelandang turun menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Kedungpane, Yoyok yang juga rekanan dalam proyek tersebut telah diperiksa sejak pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB di ruangan Pidana Khusus Kejati Jateng Jalan Pahlawan Semarang.

”Kita juga akan meminta penyidik untuk menahan dua orang lagi dari pihak Rumah Sakit yang terlibat kasus tersebut. Jadi jangan hanya klien kami yang ditahan,” ujar Kuasa Hukum Yoyok, Ahmad Hadi Prayitno di Semarang, Sabtu (23/7/2016).

Namun dalam kasus ini, dua orang telah dihukum yakni mantan Kepala Bidang Penunjang pada RSUD Kraton Pekalongan, Sumargono dengan pidana tiga tahun penjara serta denda Rp50 juta subsidair tiga bulan kurungan, dan Direktur Utama PT. Bina Inti Sejahtera Devi Reza Raya (anak perusahaan Permai Group milik M Nazarudin) juga divonis sama tiga tahun penjara serta denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sebagaimana disampaikan Majelis Hakim yang diketuai Antonius Widijantono didampingi Sulistyono dan Robert Pasaribu dalam amar putusan menilai, terdakwa telah bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain itu majelis juga menetapkan pidana tambahan berupa uang pengganti kerugian negara sebesar Rp4,51 miliar akan dibebankan kepada perusahaan rekanan PT Inti Bina Sejahtera. Karena tindakan terdakwa dianggap telah menguntungkan diri sendiri dan orang lain

Sebelumnya, jaksa menuntut Devi Reza Raya dengan pidana penjara 4 tahun sedangkan Sumargono dituntut 3 tahun penjara. Devi Reza juga dituntut membayar denda Rp50 juta subsudair 3 bulan kurungan serta uang pengganti kerugian Rp4,5 miliar subsidair 1 tahun 9 bulan kurungan. 

Devi dalam persidangan sebelumnya mengaku namanya dipinjam untuk memperlancar proses mendapatkan lelang proyek alat kesehatan termasuk juga di RSUD Kraton Pekalongan. 

”Saya hanya dimasukkan nama saja karena semuanya diatur oleh Yoyok, orang kepercayaan M Nazarudin (mantan Bendahara Partai Demokrat dalam perusahaan eks Grup Permai tersebut). Seharusnya Nazarudin bisa didatangkan ke sini dan ikut bertanggungjawab,” ungkap terdakwa. (Nining)

Biro Semarang