Buat Laporan Fiktif, PT. MAF Jebloskan Satu Kantor Kepenjara

0
40
Ilustrasi

BERITA TEGAL – Diduga sengaja membuat laporan fiktif untuk pencairan dana pinjaman, 10 karyawan PT. Mega Auto Finance (MAF) di Jalan Kolonel Sugiono Kota Tegal, Jawa Tengah dilaporkan ke polisi oleh perusahaanya. Akibatnya, ke-10 karyawan, termasuk kepala cabangnya, dijebloskan ke penjara, setelah dilakukan proses hukum oleh Polsek Tegal Barat.

Kepada Beritaekspres.com Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah SIK, membenarkan telah memproses 10 orang karyawan PT. MAF, lantaran diduga kuat sebagai pelaku penggelapan uang perusahaannya.

”Pada Selasa 26 Juli lalu, kami mendapatkan laporan dari PT. MAF soal kejanggalan laporan keuangan perusahaannya yang ada di Kota Tegal,” terangnya, Sabtu (6/8/2016).

Dalam pemeriksaan dan penyelidikan ternyata ditemukan laporan nasabah fiktif yang diduga dilakukan kepala cabang beserta anak buahnya.

Untuk kerugian sementara memang nilainya hanya sekitar Rp152 juta dari 11 aplikasi fiktif atau permohonan pinjaman dana tunai yang direkayasa.

”Modusnya adalah pengajuan hutang dari sejumlah nasabah yang memberikan jaminan BPKB (Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor) dengan nilai bervariasi. Namun demikian, ternyata tidak ada jaminan BPKB atau BPKB yang ada tidak sesuai dengan unit yang dijaminkan,” ungkapnya lagi.

Selain itu, Tak terkecuali soal adanya target dari perusahaan, ternyata dimanfaatkan oleh para karyawan yang justru ‘ngebon’ pada managemen keuangan yang kemudian dinyatakan tutup target. Padahal, kekurangan target itu menggunakan piutang dari perusahaan yang justru dipinjami oleh kepala cabang,” jelasnya.

Setelah membongkar kasusnya, polisi menetapkan Kepala Cabang PT. MAF Cabang Tegal, Nanang Supriyatna (35), warga Jalan Pegangsaan II RT4/RW1 Pegangsaan, Kelapa Gading, Jakut, sebagai tersangka.

Demikian pula dengan sembilan karyawan lainnya, yang ternyata ikut terlibat dalam pengajuan pinjaman fiktif, ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

”Ke sembilan orang itu, diantaranya bagian marketing tujuh orang dan bagian marketing head dua orang. Jadi, jumlah tersangka yang kini meringkuk di sel tahanan ada 10 orang,” tegasnya.

Sepuluh orang itu diancam dengan Pasal 263 dan atau 374 KUHP soal pemalsuan surat dan atau penggelapan yang berhubungan dengan pekerjaannya atau jabatannya.

Perwakilan PT. MAF Rama, menjelaskan saat ini perusahaanya dikendalikan oleh pusat. ”Nasabah PT. MAF tidak perlu khawatir. Karena sampai saat ini, soal pekerjaan masih berjalan normal,” ujarnya. (Boy Rasta)

Biro Tegal