Marudut dan Dua Petinggi PT. BA Dituntut 4 Tahun Penjara

0
14
Kasus Suap PT. BA

BERITA JAKARTA – Terdakwa dalam kasus suap yang sempat menyeret nama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus (Adpidsus) Tomo Sitepu yakni, Marudut dan Sudi Dandung Pamularmo serta dua pejabat PT. Brantas Adipraya (BA) dituntut Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 4 tahun dan 3,5 tahun penjara, Selasa (23/8/2016).

Dalam tuntutannya, Jaksa KPK Kristanti Yuni Purwanti meminta kepada Majelis Hakim yang di Ketuai Sumpeno di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat untuk 
menjatuhkan hukuman pidana terhadap, Sudi Wantoko selama 4 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Selain itu, menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Dandung Pamularno selama 3 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp150 juta subsidair 4 bulan kurungan dan memerintahkan kepada terdakwa tetap berada di dalam tahanan.

Dalam pasal yang didakwakan, Jaksa KPK berpendapat terdakwa 1 dan 2 yakni Sudi dan Dandung sepakat berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Marudut yang juga dituntut selama 4 tahun penjara sebagai terdakwa ketiga dalam kasus ini.

Dalam dakwaan jaksa menyebutkan  terdakwa Marudut, menerima uang Rp2,5 miliar dari kedua petinggi PT. BA tersebut rencananya akan diserahkan ke Tomo dan Sudung.

Kasus ini bermula pada tanggal 18 Maret 2016 saat Tumpang, Joko, Suharsono dan Lolita mendapat surat pemanggilan untuk dimintai keterangan pada kasus yang menjerat Sudi Wantoko. Kejati DKI memang mendapat pelimpahan perkara untuk dugaan penyimpangan dana PT. BA sebesar Rp 7 miliar dari Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk ditangani.

Karena surat yang tiba di kantor PT. BA adalah surat perintah penyidikan, Sudi mengira bahwa Kejati telah menetapkannya sebagai tersangka. Atas dasar itulah, Sudi menghubungi Dandung dan Marudut untuk menghubungi Sudung selaku Kajati DKI supaya kasus dihentikan.

Belakangan baru diketahui bahwa surat yang  dikirim harusnya surat perintah penyelidikan, bukan surat perintah penyidikan. Pihak Kejati DKI mengakui bahwa ada kesalahan ketikan dalam surat perintah itu.

Demi melancarkan niatnya, Sudi telah menyiapkan uang Rp2,5 miliar. Namun sebelum niatnya terlaksana, Dandung dan Marudut langsung ditangkap penyidik KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (.OTT) dan selanjutnya, sidang ditunda pekan depan untuk mendengarkan pembelaan para terdakwa. (Bambang)