Tahun Politik Jauh Pecah Kongsi, PAS Makin Serasi

0
74
Rahmat Effendi dan Achmad Syaikhu

KEPEMIMPINAN pasangan PAS (Rahmat Effendi akrab disapa Bang Pepen- Ahmad Syaiku) akan memasuki tahun ke-4 tahun depan (2017). Di tahun ini (2016) atau tahun infrastruktur Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Ahmad Syaiku saling melengkapi dan mengisi kekurangan satu sama lain dalam kepemimpinan kepala daerah. Bang Pepen yang kuat dalam leadership menggerakan semua potensi birokrasi dan masyarakat untuk merubah wajah Kota Bekasi lebih maju dan sejahtera.

Sedangkan Ustadz Syaiku lebih kuat dalam keagamaan, sosial masyarakat dan contoh panutan menggerakan potensi sosial masyarakat untuk andil dalam pembangunan Kota Bekasi yang Ihsan. Meski masih banyak kekurangan disana-sini karena keterbatasan anggaran dan belum terpadunya semua program antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah.

Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan bahkan menobatkan pasangan PAS sebagai Kepala Daerah terkompak se Jabar.  Aher mengatakan bahwa Rahmat Effendi – Ahmad Syaikhu merupakan percontohan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terkompak ditunjukan dengan harmonisasi dan sinergitas antar keduanya.

Seolah tanpa komando keduanya saling mengisi dan berbagi peran dan tugas satu sama lain. Sehingga masyrakat memandang keduanya mempunyai kecocokan dalam memimpin Kota Bekasi 5 tahun mendatang dan pantas serta pas diteruskan dalam Pilkada 2018 tahun depan. 

Rahmat Effendi Kunjungi Bayi di RSUD Kota Bekasi
Rahmat Effendi Kunjungi Bayi di RSUD Kota Bekasi

Hingga saat ini PAS jauh dari isu pecah kongsi dan hiruk pikuk manuver politik. Jangankan saling bermanuver politik justru kedaduhan tidak pernah terdengar. Bahkan godaan-godaan politik untuk saling bersaing hingga saat ini belum terlihat sama sekali. Amanah dan kerja menjadi perekat keduanya untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat Kota Bekasi, meski masih banyak yang belum tertangani secara maksimal.

Apalagi keduanya tidak mungkin bisa memuaskan semua harapan warga Bekasi, namun setidaknya separuh lebih warga masyarakat memberikan apresiasi dan berharap kekompakan keduanya bisa memajukan dan mensejahterakan warga Bekasi.

Rahmat Effendi yang kuat dalam laedership kepemimpinan mengelola managamen pemerintahan dan kebijakan sedangkan Ahmad Syaikhu menjalankan peran di bidang sosial kemasyarakatan serta keagamaan. Keserasian saling melengkapi itu tidak saja dalam menjalankan pemerintahan namun juga dalam perpolitikan.

Walikota Rahmat Effendi dihadapan Ulama dan Umaro juga memaparkan bahwa  segala kemajuan Kota Bekasi merupakan hasil dari kekompakan dirinya beserta Ahmad Syaikhu. Keduanya saling berbagi tugas dan sesuai peran masing-masing.

Tidak seperti para pemimpin daerah lainnya yang sengaja mendesain penyebaran informasi ke publik dengan menggunakan jasa group besar jaringan online, pemilik pengelola akun dan managemen pengelola sosial media.

Kegiatan Rutin Rahmat Effendi Subuh Keliling
Kegiatan Rutin Rahmat Effendi Subuh Keliling

Sosoknya yang sederhana mudah bergaul dan bicaranya lugas bisa diterima semua kalangan maupun rival politiknya. Dalam beberapa kesempatan, DR H Rahmat Effendi dengan cepat menguasai masalah dan memutuskan solusi yang tepat. Semuanya mengalir seperti air tanpa rekayasa, pencitraan dan ‘Gila hormat’.

Dalam dunia perpolitikan lokal merupakan hal biasa jika ada suara sumbang karena afiliasi parpol. Selama itu sebagai kritikan yang kritis dan solutif merupakan kebersamaan dalam membangun peradaban dan perbaikan untuk kesejateraan warga Kota Bekasi. Namun, variabel yang dikemukakan harus memenuhi esensi masalah dan memberikan masukan yang cerdas beradab. Bukan mencaki maki membabibuta semuaya salah dan tidak sedikitpun memberikan apresiasi keberhasilan. Yang baik harus diberikan apresiasi dan yang kurang baik harus dikritisi agar ada perbaikan.

Fakta yang harus dikedepankan dan pasti ada saja kekurangan dalam melayani masyarakat. Prinsip semua pendahulu dan pemimpin yang pernah menjadi Walikota Bekasi sudah pasti memberikan kontribusi besar dalam meletakkan pembangunan pada era dan masanya. Estafet suksesi kepemimpinan dari satu pemimpin ke pemimpin berikutnya merupakan tuntutan zaman dan role demokrasi yang harus dijujung tinggi.

Rahmat Effendi di Car Free DayBersama Warga
Rahmat Effendi di Car Free DayBersama Warga

Belakangan ini Rahmat Effendi makin itens turun ke bawah. Memantau Car Free Day setiap hari Minggu, menyelesaikan sengketa warga yang ditembok dan tidak diberikan akses, turun langsung ke lokasi bencana banjir, memantau titik kemacetan, melihat langsung dan menerima keluhan pasien RSUD, memberikan contoh menyapu jalan hingga menegur sopir angkot yang suka ngetem.

Dengan sifat kebapaan, Rahmat Effendi terlihat menghibur anak kecil pasien penderita tumor di RSUD Kota Bekasi. Tak segan dia juga menyambangi semua pasien dengan menampung keluhan dan masukan dari pasien langsung. Gerak cepat dan sigap tanggap itu dilakoninya dalam menangani setiap permasalahan yang muncul. Dari permasalahan kemasyarakatan, fasilitas perkotaan, pelayanan, sosial-keagamaan, pendidikan, kesehatan dan dampak kemiskinan.

Selera makannyapun hampir sama seperti masyarakat Betawi pada umumnya yang suka jengkol dan sayur gabus pucung.  Kebersahajaan itu mengalir tanpa rekayasa. Untuk urusan nongkrong dan makan dimanapun jadi sekaligus bercengkrama dengan berbagai lintas masyarakat. “SPIRIT OF TARUMANAGARA

Oleh; Mas Didit