Pemkot Bekasi Tetap Kekeh Kandangi Angkot Tak Layak Jalan

0
81
Yayan Yuliana

BERITA BEKASI – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kota Bekasi, Jawa Barat, Yayan Yuliana, mengatakan, pihaknya tak akan melepaskan kendaraan angkutan Kota yang sudah tidak layak jalan (Uzur) yang dikandangkan sampai pemilik membuat surat pernyataan akan mengubah fungsi menjadi kendaraan pribadi.

“Ini adalah bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat pengguna angkutan umum,” ujar Yayan kepada Beritaekspres.com, Selasa (30/8/2016).

Menurut dia, ada sekitar 52 angkutan umum yang ditahan karena melebihi batas usia yang ditentukan yaitu 15 tahun. Dari seluruhnya, baru ada tujuh pemilik yang bersedia mengubah peruntukan angkutan tersebut menjadi kendaraan pribadi.

“Selain membuat surat pernyataan, pemilik juga harus mengurus surat kendaraan pribadi di Samsat,” terang Yayan.

Terkait permintaan dari pemilik angkutan yang meminta angkutannya dikeluarkan, Yayan menyetujui asalkan sejumlah syarat harus dipenuhi. Dia khawatir jika dikeluarkan maka angkutan tak layak itu akan dipakai kembali.

“Kami tidak mau angkutan tak layak mondar-mandir di jalan membawa penumpang. Padahal angkutan itu membahayakan karena tidak laik jalan,” tegasnya lagi.

Menurut dia, angkutan tak layak jalan dan uzur tersebut tak memenuhi persyaratan. Misalnya, rem bermasalah, wiper tidak normal, lampu sen rusak, ban sudah halus, dan lainnya. Bahkan, izin operasionalnya sudah kadaluarsa.

“Kami ingin angkutan itu diradikalisasi atau diremajakan, tiga angkutan diremajakan menjadi satu angkutan lebih besar,” ujar dia.

Pihaknya tengah mencari solusi agar pengusaha angkutan mendapatkan bantuan finansial untuk mengadakan angkutan baru. Namun, sejauh ini belum ada pihak swasta yang bekerja sama dengan koperasi angkutan dalam penyediaan finansial.

Diberitakan sebelumnya, satusan sopir angkot demontrasi ke kantor Wali Kota Bekasi meminta angkutan umum yang ditahan agar dikeluarkan. Alasannya, angkutan tersebut menjadi sumber penghasilan bagi para sopir tersebut. (NDI)