Penyebab Bentrok Karyawan Dengan Satpam Perum Percetakan Negara RI

0
14
Bentrok Satpam di PNRI

BERITA JAKARTA – Sekitar 50 orang karyawan Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) terlibat bentrok dengan Satpam outsourching PT.ISS sebagai petugas keamanan di Perum Percetakan Negara. Saling dorong mendorong pun terjadi hingga terjadi pergumulan di depan pintu gerbang kantor Pusat Perum PNRI. Peristiwa ini dipicu karena, Sutisna, Ketua tim perundingan PKB Serikat Karyawan PNRI dilarang masuk ke dalam kantor perusahaan BUMN tersebut.

“Kami diperintahkan oleh Direksi PNRI bahwa Sutisna dilarang masuk kantor PNRI karena sudah di PHK. Kami terima intruksi tersebut,” kata Amran, chief keamanan dari PT. ISS yang menjaga di Perum PNRI, sambil berteriak dan saling dorong dengan para karyawan PNRI.

Para karyawan PNRI yang berkeinginan Sutisna selaku Ketua tim perundingan PKB dari Sekar PNRI bisa masuk dan memimpin perundingan PKB. Namun, dicegah keras oleh pihak Security walaupun kedatangan Sutisna dengan menunjukkan undangan dari serikat karyawan, karena dia sebagai Ketua Tim Perundingan PKB.

Kepada Beritaekspres.com, Ketua Sekar PNRI Mutiasari mengatakan, bahwa para karyawan tetap menolak PHK sepihak yang dijatuhkan Direksi PNRI kepada Sutisna, mantan Ketua Sekar PNRI dan Andi Suryaman, suamipada 29 Desember 2015 lalu.

“Kami menolak PHK yang dilakukan Direksi terhadap Sutisna dan Andi Suryaman karena melanggar PKB Sekar PNRI dan Undang-Undang No.13 tentang Ketenagakerjaan,” terangnya, Jumat (2/9/2016).

Kemudian lanjutnya, Dinas Tenaga Kerja Jakarta Pusat juga telah mengeluarkan anjuran untuk keduanya kembali bekerja seperti sediakala di kantor Perum Percetakan Negara Pusat serta di bayarkan semua hak-haknya yang selama ini ditahan oleh pihak perusahaan. Namun, Direksi PNRI mengabaikan surat anjuran instansi yang berwenang tersebut,” tegas Mutiasari.

Mutiasari selaku Ketua Sekar PNRI memimpin langsung puluhan karyawan yang mengawal masuk Sutisna sebagai Ketua Tim Perundingan PKB ke dalam kantor PNRI. Setelah terjadi beberapa kali pergumulan akhirnya kericuhan itu dapat ditenangkan oleh Direktur keuangan dan produksi, Sigit dan menemui Ketua Umum  Sekar PNRI dan memulai perundingan PKB.

Diketahui, pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak kepada Sutisna dan Andi Suryaman itu dilatar belakangi oleh aktivitas Sekar PNRI yang kritis terhadap kinerja Direksi Perum PNRI yang dikomandani oleh DJakffarudin Junus, mantan Dirut PT. Indofarma.

Melihat hal itu, Direksi PNRI kemudian melakukan intimidasi terhadap aktivis dan pengurus Sekar PNRI. Sutisna, mantan Ketua Sekar PNRI yang sudah bekerja 14 tahun, dimutasi ke cabang Merauke, Papua.

Sementara, Andi Suryawan, suami dari Mutiasari, Ketua umum Sekar PNRI telah bekerja 16 tahun dimutasi ke Bengkulu tanpa dasar yang jelas. “Kami menolak dimutasi karena ini bagian dari union busting (pemberangusan serikat pekerja). Kami sudah membawa perselisihan ini ke Disnaker Jakarta Pusat,” katanya.

Disnaker tambahnya, telah mengirim surat perundingan, tapi direksi malah mengeluarkan surat keputusan PHK pada 29 Desember 2015 lalu saat sedang proses mediasi di Disnaker. Pengurus kami dipecat secara sepihak,” pungkasnya. (CR-3)