Warga Rusun Rawa Bebek Kecewa Tralis Ditutup Kawat Tipis

0
72
Tralis

BERITA JAKARTA – Pengelola Rusun Rawa Bebek di Cakung, Jakarta Timur akhirnya menutup tralis dengan kawat pasca jatuhnya seorang balita lewat celah tralis. Balita malang itu sebelumnya jatuh dari lantai empat, setelah mengeluarkan badan lewat celah tralis.

Namun, langkah pengelola ini belum memuaskan warga yang menghuni rusun. Sebab, pengelola menutup pagar tralis dengan jaring kawat tipis yang biasa dipakai untuk mengayak pasir.

Warga Rusun Rawa Bebek Blok A, lantai 1 Omah (70), mengatakan, seharusnya pengelola menutup dengan kawat yang ukurannya lebih besar. Sebab, jaring kawat yang dipakai sekarang mudah hancur jika karatan.

“Kawat kayak begini cepat rusak, kalau kena air hujan sama minyak buat masak karatan jadi jebol,” kata Omah, di rusun tersebut, Senin (5/9/2016).

Omah melanjutkan, dirinya berharap jaring kawat yang dipakai bisa seukuran dengan yang dipakai untuk sekat ruang dapur/jemuran warga. Sebab, ukurannya lebih tebal dan kuat.

Hal ini juga diamini warga rusun yang lain, Siti Aisah (42). Siti melihat jaring kawat itu tidak kuat. Padahal, warga relokasi Pasar Ikan itu masih beberapa bulan lagi baru dipindahkan ke rusun Rawa Bebek yang baru.

Akhir tahun ini warga baru akan dipindahkan dari rusun untuk bujangan tersebut ke rusun keluarga yang jadi pengganti. Namun, hingga sekarang rusun keluarga itu masih dalam proses pembangunan.

Siti menilai pengelola seharusnya memasang jaring kawat yang lebih kuat dan tahan lama. “Saya pengen cepat-cepat pindah ke rusun yang baru, tapi kita dijanjiin Desember ini baru pindah,” ujar Siti.

Warga blok yang sama, Ridwan (56), juga punya pandangan yang sama. Namun, Ridwan yang juga kakek balita yang jatuh itu menilai, upaya pengelola sudah cukup menjaga keamanan.

Meski tralis yang ditutup tidak sampai atas, hanya setengah. “Yang penting sudah usaha ditutup, biarpun enggak 100 persen aman. Tapi mestinya kawatnya kayak gini yang buat dapur, lebih kuat,” ujar Ridwan. (Steve)