Wow..! Setahun Pendapatan Retribusi Parkir Meter Capai Rp3 Miliar

0
84
Parkir Meter

BERITA BEKASI – Pendapatan retribusi parkir meter dalam satu satu tahun ditiga titik mampu mencapai hampir Rp3 miliar. Omset yang terbilang besar tersebut, baru diterima dari tiga titik yang telah menerapkan sistem parkir berbayar yakni, di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Jalan H. Juanda, Bekasi Timur, dan Pertokoan Galaxy, Bekasi Selatan.

Dengan perolehan pemasukan parkir meter dari hasil uji coba kali ini, tentunya telah mampu menutupi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi, dari sektor pajak dan retribusi parkir.

Menurut Direktur Utama PT Pan Satria Sakti (PSS), Budi Hartono bahwa sejak diterapkan parkir berbayar ditiga lokasi titik parkir tersebut, terhitung mulai dari bulan Januari sampai Agustus potensi retribusi khususnya dari parkir meter telah mencapai sekitar Rp900 Jutaan.

“Rp3 miliar itu pendapatan kotor. Kalau dari tiga titik parkir meter setiap bulannya Rp120 jutaan, maka selama delapan bulan dari bulan Januari sampai Agustus tahun ini, kita sudah mampu menggali potensi retribusinya senilai Rp900 jutaan, itu baru ditiga titik yang kita terapkan parkir meter,” beber Budi, Senin (5/9/2016).

Sedangkan, PAD Kota Bekasi, dari sektor pajak dan retribusi parkir tahun 2016 ditargetkan sebesar Rp1,6 miliar. Artinya, parkir meter telah menyumbang PAD sebesar hampir setengahnya dari target PAD. “Parkir meter sudah mampu menyumbang lebih dari 50 persen dari target PAD pajak dan retribusi parkir,” ungkapnya.

Budi menambahkan, jika dalam setahun penerapan sistem parkir meter, maka prosentasi pendapatan dari parkir meter hampir seratus persen.

“Jika dalam setahun prosentasi pendapatan dari parkir meter bisa mencapai sekitar 80 persen lebih. Nah, tergantung dari sudut pandang menilai saja, apakah pemasukan itu sebagai penyumbang PAD atau tidak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota Bekasi, Koeswara menilai, parkir meter merupakan entri point dari konsep smart city.

Koeswara berharap potensi dari sektor retribusi parkir bisa tergali. Sebab, sistem parkir meter yang selama ini dilakukan uji coba, ternyata mampu mendongkrak PAD.

“Smart City itu merupakan konsep pemerintah yang perlu diterapkan, dan kebetulan saya sebagai ketua Smart City  melemparkan ide tersebut kepada seluruh SKPD. Kemudian, kita serahkan kepada masing-masing SKPD untuk bisa mengakutalisasikan konsep Smart City tersebut, sehingga PAD kita bisa meningkat lewat sistem tersebut,” katanya. (Bray)