Kantor BPPT Terbakar, Walikota Bekasi Gelar Rapat Muspida

0
104
Walikota Bekasi Datangi Lokasi

BERITA BEKASI – Usai kebakaran di Kantor Badan Perizinan Pelayanan Terpadu (BPPT) Kota Bekasi di Jalan Juanda, Gedung Papak pada hari, Selasa (27/9/2016).

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dengan Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu memanggil Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Tata Kota, Kepala Dinas Pembangunan dan Pemukiman, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Asda III, dan Polres Metro Bekasi, Kodim 0507 Bekasi, serta Kasie Datun dari Kejaksaan untuk membicarakan kelanjutan pelayanan di BPPT Kota Bekasi.

Disela rapat, Rahmat Effendi menegaskan agar Pelayanan di Kota Bekasi khususnya di BPPT, tidak terbengkalai. “Proses selanjutnya minimal 2 atau 3 hari harus sudah berjalan seperti biasa, karena masyarakat pasti menunggu dan membutuhkan,” kata Rahmat.

Rencananya, Rahmat menyarankan agar pelayanan BPPT memakai Kantor Dinas Sosial untuk sementara. Namun keterbatasan ruangan di kantor Dinsos tidak memungkinkan karena sempit. “Kita sepakat sementara waktu pelayanan BPPT menggunakan gedung Balai Patriot,” ucapnya.

Dijelaskan Rahmat, pihaknya sengaja mengundang dari unsur Muspida agar tidak ada kesalahpahaman terkait musibah kebakaran yang menimpa kantor BPPT. “Kepada awak media, bahwa Kebakaran tersebut tidak disengaja atau sabotase, melainkan musibah, biarkan proses penyelidikan dari Polres Metro Bekasi Kota yang akan melakukan tugasnya,” ujarnya.

Sementara Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji meminta saran masukan dari Pihak Kejaksaan dalam hal ini Kasie Datun Kejari Bekasi yang hadir dalam rapat itu. “Saya menanyakan dan meminta arahan mengenai barang – barang yang habis terbakar, karena disatu sisi pelayanan harus segera disiapkan,” ucap Roy sapaan Reyendra Sukarmadji.

Atas kejadian tersebut, terdapat beberapa hardisk yang masih bisa diselamatkan, akan tetapi komputer yang ada sudah ludes terbakar. “Saya mememinta arahan agar semua berjalan lancar, tidak ada cacat hukum kedepannya,”ulas Roy.

Sementara Kasie Datun Kejaksaan Negeri Bekasi menekankan agar pelaporan harus lebih ketat, karena keadaan genting dan darurat dilaporkan saja. “Yang penting pelaporannya harus ketat, meski dengan kondisi darurat sekalipun,” ucap Diana.

Sementara Walikota Bekasi Rahmat Effendi, juga menegaskan agar membentuk tim penyelesaian terkait permasalahan insiden itu agar masyarakat bisa kembali memakai jasa pemerintah untuk kebutuhannya.

“Pemerintah Kota Bekasi kembali berduka usai kejadian terbakarnya gedung lama, kini gedung BPPT juga terkena musibah, asal tidak ada berita miring karena semua ada prosesnya” tegas tutupnya. (Ndoet)