Diambil Alih Provinsi, Sejumlah Kepala TU SMA di Kota Bekasi Resah

0
63
Para TU Rapat Dengan Walikota Bekasi

BERITA BEKASI – Kabar wacana adanya perubahan kelembagaan dilingkup Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang rencananya akan menjadi satu di Dinas Pendidikan tingkat Provinsi Jawa Barat, membuat sejumlah Kepala Tata Usaha (TU)  SMA dan SMK se Kota Bekasi resah.

“Jika memang tahun mendatang ada perubahan Dinas Pendidikan Kota menjadi satu Dinas Pendidikan Provinsi yang kami hawatirkan ada beberapa Kepala TU Sekolah sudah memasuki masa pensiun,” kata salah satu perwakilan TU SMA-SMA se-Kota Bekasi saat menemui Walikota Bekasi Rahmat Effendi diruang kerjanya, Senin (3/10/2016).

Selain adanya perubahan kelembagaan juga dapat berdampak terhadap kinerja sejumlah TU. Menurut para TU hal itu juga akan berimbas keresahan dan kesulitan saat proses pengambilan gaji dan tunjangan. “Karena repot, kalau mau ambil harus ke Provinsi Jabar, sementara kami bekerja di Kota Bekasi,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi mengatakan, bila aparatur yang bertugas sebagai Tata Usaha Sekolah keberatan kebijakan tersebut, Rahmat mempersilahkan pihak-pihak yang keberatan agar pengunduran diri sebagai TU Sekolah.

“Ini bukannya mau menakut-nakuti, bukan. Melainkan satu solusi jika memang keberatan adanya kelembagaan baru. Buat saja surat pengunduran diri jika memang keberatan,” tegasnya.

Namun demikian kata Rahmat, Nantinya setelah terbentuknya kelembagaan baru pada tingkat SMA dan SMK, proses pendataan tetap berjalan dengan menyesuaikan ijazah tiap-tiap kepala tata usaha yang ada.

“Karena penyesuaian ijazah dan Pendidikan Diklat, yang dijalani akan segera di proses untuk nantinya ditempatkan kembali pada tugas dan fungsinya di Dinas,” tutupnya. (NDI)