Ketua PMII Karimun: Politik Adalah Seni Menghadirkan Kebaikan

0
63
Ketua PMII Karimun, Pahrizal (Kiri)

BANYAKNYA persepsi negatif mengenai politik dikalangan anak muda di anggap sesuatu yang   wajar. karena asumsi kalangan muda dewasa ini tepat karena ulah politisi memang cukup memprihatinkan.

Sebut saja kasus korupsi yang dilakukan oleh elit-elit politik, para menteri, wakil-wakil rakyat yang gaungnya kuat terdengar dari sabang sampai merauke beberapa waktu lalu. Tentu dari beberapa kasus yang telah dijadikan sebagai acuan oleh kalangan muda intelektual saat ini pastinya menimbulkan antipati terhadap politik.

Pelan tapi pasti kesadaran masyarakat akan politik ini semakin memudar. Laskar anti politik akan dengan cepatnya terbentuk jika kebencian-kebencian terhadap politik semakin mewabah.

Lalu ketika golongan intelektual benci akan politik, sudah pasti negara ini akan dikuasai oleh orang-orang yang sama yaitu orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya atau kelompok.

Bagaimana kita menginginkan perubahan berupa kesejahteraan masyarakat kalau hari ini saja kita sudah benci dengan politik. Kita tidak sadar bahwasanya politik itu adalah jalan untuk masuk kedalam suatu sistem untuk menghadirkan kebaikan.

Seperti membuat kebijakan yang tentunya bermanfaat untuk orang banyak. hanya saja kita terprovokasi dengan politisi yang berbuat ulah akan tetapi hakikatnya politik itu baik.

sangat disayangkan kalau kaum muda menjadi anti politik karena ada secercah harapan yang dikatakan oleh Neil Howe dan William Strauss untuk kaum muda dalam Millenial Rising: The Next Great Generation (2000), diandaikan sebagai generasi yang memiliki ciri: berpikir strategis, inspiratif, inovatif, interpersonal, energik, antusias, egaliter, digital native, dan diproyeksi bakal menjadi pemimpin yang kuat di masa depan yang dekat.

Generasi Y mereka yang lahir pada 1980-1999 juga peduli terhadap masalah-masalah sosial, politik, dan budaya yang secara signifikan memperkuat civil society dan negara.

Tak selamanya politik itu kejam, adakalanya kita harus berbalik kebelakang mengingat-ingat sejarah kembali. ketika masa-masa zaman pergerakan nasional sampai pada masa kemerdekaan Republik Indonesia.

Kala itu pemuda-pemudi Indonesia sudah memulai langkah-langkahnya melalui jalur-jalur politik memperjuangkan kemerdekaan. Seperti petisi soetardjo yang diajukan oleh Soetardjo Kartohadikoesoemo (15 Juli 1936) kepada Ratu Wilhelmina. Kongres pemuda yang menghasilkan Sumpah Pemuda, Konsep fikir Tan Malaka, Ir Soekarno dan lainnya.

Oleh karena itu hendaknya kaum muda memahami apa sebenarnya politik itu dan bagaimana menjalankannya agar bangsa Indonesia ini semakin maju kedepan.

Dan berupaya merubah politik Indonesia yang sudah-sudah menjadi lebih baik tanpa harus anti dengan politik itu sendiri. Harapan besar berada di pundak kaum muda untuk memperbaiki segala tatanan politik yang sekiranya masih menyengsarakan masyarakat.

Salam Pergerakan..!!

Oleh: Pahrizal Ketua PMII Karimun