Pelaku Dugaan Korupsi di Universitas Medan Sama Dengan Kasus UPS DKI Jakarta

0
177

BERITA SUMUT – Kesatuan Aksi Masyarakat Anti Korupsi (KAMARI) berharap agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Utara serius menangani dugaan korupsi di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang jumlahnya puluhan milyar rupiah.

“Berdasar info yang ada, sejak awal tahun 2016 kasus itu diusut oleh Kejati Sumatera Utara dan beberapa pihak sudah dimintai keterangan dan data. Untuk itu kami berharap agar kasus ini tidak menguap begitu saja,” kata Ketua KAMARI, Andreas Purba kepada Beritaekspres.com, Rabu (26/10/2016).

Sangat mengejutkan lanjut Andreas, ternyata beberapa pihak yang pernah diperiksa penyidik Kejati Sumut adalah orang-orang yang terlibat dalam korupsi UPS (Uninterruptible Power Supply) di DKI Jakarta. Diantaranya yakni, Harry Lo yang merupakan vendor dalam kasus korupsi UPS DKI itu dan direktur CV. Tunjang Langit yang merupakan penyedia barang UPS DKI  dan juga merupakan penyedia barang dalam kasus di Unimed,” ungkapnya.

Masalah yang diharapkan dapat diusut hingga tuntas oleh Kejati Sumut adalah program yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2012, yakni Pengadaan Peralatan Multimedia Pembelajaran Digital Ruang Kuliah dengan kode lelang 529038 senilai Rp 23.526.000.000,00 dengan penyedia CV. Tunjang Langit yang beralamat di Ruko Graha Indah B1/44H, JL. Gayung Kebonsari Surabaya, Jawa Timur.

Masih kata Andreas, jika diteliti lebih lanjut, maka bisa diketahui bahwa selain program yang sedang diusut oleh Kejati Sumut itu, juga banyak program-program yang dibiayai dari uang negara/APBN tahun anggran 2012 dan 2013 yang sebenarnya bukan merupakan kebutuhan utama dari Unimed bernilai puluhan milyar rupiah yang dilaksanakan oleh para pelaku korupsi UPS DKI tersebut.

“Lihat saja bahwa vendornya dan perusahaan yang terlibat adalah orang-orang yang sama dalam kasus yang terjadi di UPS DKI Jakarta,” tegasnya.

Sehingga lanjutnya lagi, uang negara puluhan milyar terkesan digunakan secara mubazir, karena selain ada dugaan mark-up juga dibelanjakan barang-barang yang tidak bisa dipakai disebabkan banyak faktor misalnya, barang kualitasnya jelek, barang rusak dan lain-lain.

“Semoga saja pengusutan kasus ini secara tuntas bisa mengungkap adanya dugaan kejahatan korporasi yang terencana & terorganisir, bukan saja dalam kasus di Unimed dan kasus UPS DKI Jakarta, tapi juga ditempat lain,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Harry Lo sebagai vendor dalam pengadaan UPS DKI Jakarta dan vendor dalam berbagai pengadaan di Unimed sudah ditahan oleh Bareskrim Mabes Polri karena dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus korupsi UPS DKI agar tidak melarikan diri dan untuk mempermudah pemeriksaan.

Sementara, direktur CV. Tunjang Langit Ulya Abdillah dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara Bambang Sugeng ketika dihubungi ponselny belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut tentang masalah ini. (Bambang)