Cuaca Panas di Banyuwangi Mulai Mengancam Budidaya Jamur Tiram

0
264
Jamur Tiram

BERITA BANYUWANGI – Cuaca panas yang melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Banyuwangi, Jawa Timur, mulai dirasakan sejumlah pembudidaya petani jamur tiram. Para pembudidaya khawatir, karena selama musim kemarau produksi jamur tiram mengalami penurunan hingga 50 persen. Selain terancam kolaps, petani juga khawatir tidak bisa memenuhi permintaan pasar.

Salah seorang pembudidaya jamur tiram, Nurholik (30) warga Dusun Plosorejo, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring mengatakan, cuaca yang panas mempengaruhi pertumbuhan spora sebagai bibit membuat jamur tiram. Spora pada media pembuatan jamur tiram berupa serbuk gergaji tidak bisa tumbuh dengan baik dalam kondisi suhu lebih dari 18 derajat celcius.

“Spora berkembang di media menjadi lambat pertumbuhannya. Bahkan juga ada yang mati alias tidak bisa produksi jamur,” ujarnya ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Kamis (27/10/2016)

Jika musim panas kata Nurholik, pertumbuhan jamur tiram akan lambat. Jika biasanya spora yang berumur 40 hari sudah mulai muncul bibit jamur tiram, dan bisa langsung dipanen. Jika cuaca terik, perkembangan bibit baru muncul pada usia 45 hari.

Bahkan lanjut Nurholik bisa lebih, karena produksi lambat, dia juga terancam tidak bisa memenuhi permintaan jamur ke lokal pasar daerah di Banyuwangi dan luar Banyuwangi.

Meningkatnya konsumsi jamur tiram di Banyuwangi diduga sudah semakin banyak masyarakat yang mulai memanfaatkan jamur sebagai menu masakan setiap hari. Apalagi, kini juga banyak pedagang warung yang menggunakan bahan dasar jamur tiram untuk menambah menu masakan.

Lebih lanjut, Nurholik mengatakan, perseribu polibeg bibit spora jamur tiram yang ditebar bisa jika kondisi normal mampu menghasilkan jamur tiram sebanyak 3-4 kilogram. Namun jika musim kemarau hanya bisa panen 1,5-2 kilogram.

Harga jual jamur tiram perkilogramnya mencapai Rp10 ribu. “Saat ini untuk mencukupi pasar lokal masih kewalahan, stok sangat terbatas butuh sebanyak-banyaknya.” Tandas Nurholik. (Rony)

Biro Banyuwangi