Kepala Staf Kepresidenan, Desak Bupati Karo Serius Tangani Pengungsi Sinabung

0
157
Gunung Sinabung

BERITA KARO – Kepala Staf (Kastaf) Kepresidenan RI mendesak Bupati Karo menangani pengungsi Sinabung secara serius. Hal ini diketahui Beritaekspres.com, Rabu (26/10/2016) dalam kiriman pesan grup WhatsAPP, dengan suratnya bernomor B-145/KSK/10/2016 tanggal 6 Oktober 2016 tentang hal tindak lanjut relokasi pengungsi Gunung Sinabung.

Disebutkanya, menindaklanjuti perkembangan situasi terkait relokasi pengungsi Gunung Sinabung hingga 30 September 2016, Kantor Staf Presiden, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Badan Nasional Pembangunan Bencana mendorong serta mendukung Pemkab Karo untuk mengambil langkah – langkah konkrit yang lebih taktis dan efektif.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dalam surat resminya pada poin pertama menyebutkan, jumlah pengungsi relokasi tahap II untuk hunian tetap (lahan tapak rumah/LTR) sebanyak 1.683 KK. Sementara jumlah KK yang telah menetapkan pilihan lokasi sebanyak 462 KK dan saat ini, diperlukan lahan untuk 1.193KK.

Sementara pada poin ke dua disebutkan, 690 KK telah menetapkan pilihan untuk lahan usaha tani (LUT), sedangkan 989 KK masih mencari LUT, hal ini berdasarkan hasil verifikasi dan evaluasi lahan usaha tani sebanyak untuk warga sebanyak 245 KK.

Pada poin ke tiga di dalam surat itu disebutkan, guna percepatan relokasi tahap ke II, opsi lokasi hunian tetap di Desa Siosar sebaiknya kembali dibuka kepada para pengungsi yang sudah terverifikasi dan tervalidasi namun diutamakan bagi warga yang tidak mempunyai lokasi.

Dalam surat itu disebutkan, luas lokasi lahan sebesar 250 hektar dan saat ini lahan yang telah dibuka sebanyak 70 hektar, dan baru termanfaatkan seluas 30 ha. Opsi untuk lahan usaha tani disesuaikan dengan LUT yang tersedia disekitar Siosar atau masyarakat diperkenankan melakukan pembelian LUT secara mandiri dengan mekanisme akan diatur kemudian.

Poin ke empat, Pemerintah Pusat mendukung upaya percepatan relokasi tahap II dan penyiapan hunian sementara untuk tahap III sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan relokasi.

Bahkan dalam surat Kepala Sataf Kepresidenan yang di tandatangai Teten Masduki, meminta kepada pemerintah Kabupaten Karo untuk menyusun rencana guna hal – hal yang disampaikan di atas dan selanjutnya koordinasi dilakukan dengan Kementerian teknis melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Pada lembaran surat yang kedua, dengan judul Argumentasi opsi lahan Siosar dibuka untuk lokasi hunian tetap relokasi tahap II yakni, lahan di Siosar seluas 48 hektar masih mampu menjadi lahan relokasi mandiri bagi pengungsi gunung Sinabung.

Infrastruktur di Siosar telah memadai, Siosar merupakan tanah Negara sehingga bantuan dari pemerintah dapat fokus digunakan untuk pembangunan hunian tetap sesuai tahan gempa dan lahan usaha tani dapat dilakukan pencarian secara mandiri oleh pengungsi atau alternatif lahan usaha tani di sekitar Siosar.

Diuraikan lahan di Siosar yaitu lahan agropolitan seluas 250 hektar, lahan telah dibuka atau ditebang sejumlah 70 hektar. Untuk pembangunan tahap pertama dengan luas lahan 22 hektar, rinciannya 7,4 Ha untuk desa Bekerah, Simacem dan Sukameriah untuk tapak rumah seluas 200meter2 untuk 370KK, infrakstruktur, Fasum, Fasos dan daerah resapan air seluas 14,6 hektar.

Rencana tahap II dengan luasan 48 hektar peruntukan rencana untuk tapak rumah 40% x 48 hektar = 19,2 hektar, untuk penampungan 960 KK dengan luas hunian 200m2 rencana infrakstruktur, Fasum, Fasos dan daerah resapan 60% x 48 hektar = 28,8 Ha.

Sisa lahan agropolitan yang berpotensi untuk 3.500 KK kondisi masih hutan seluas 180 hektar. Bupati Karo, Terkelin Berahmana, SH yang di konfirmasi melalui selulernya menyampaikan realisasi yang telah dicapai Pemkab Karo setelah munculnya surat Kastaf Kepresidenan, pada saat ini salah satunya tingkat pematangan lahan untuk pembangunan huntara.

Saat ini tinggal menunggu bahan bangunanya dari PU Pera Jakarta untuk membangun huntara agar tidak ada lagi pengungsi di posko – posko pengungsian sampai akhir 2016. Untuk relokasi Siosar, pada tahapan sekarang proses PHO. Begitu pula dengan tanggap siaga dengan rencana pembangunan Sabo dam di kawasan Sinabung untuk penahan lahar dingin.

Bupati mengharapkan kerjasama masyarakat dalam kegiatan ini. Pemaksimalan lahan di Siosar bagi pengungsi akan dilaksanakan, namun terlebih dahulu memaksimalkan relokasi mandiri tahap dua di bawah, bukan di Siosar.” sebutnya. (Panitra Nedy Tarigan)

Biro Sumut