Petugas Imigrasi Amankan 19 Warga Asing Bermasalah

0
43

BERITA SEMARANG – Kepala Divisi Keimigrasian Jawa Tengah, M. Diah menyampaikan, dari 19 warga asing yang terjaring dalam razia pekat yang dilakukan petugas Imigrasi, empat diantaranya merupakan warga negara Cina.

Warga asing yang terkena razia yang dilakukan petugas Imigrasi di enam wilayah Jawa Tengah tersebut saat ini masih menjalani proses pemeriksaan di Rudenim Semarang.

“Diduga mereka telah melanggar pasal 116 karena tidak melapor lokasi pekerjaannya, serta melanggar izin batas tinggal di Indonesia,” ujar Diah, di Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng, Jumat (28/10/2016).

Menurutnya ada 19 warga asing yang diamankan petugas saat melakukan razia pekat yang dilakukan serentak pada Kamis (27/10), kemarin malam.

“Dari 19 warga asing tersebut, 6 orang ditangkap di Semarang, diantaranya 3 orang dari Sri Langka, 2 dari Cina dan 1 orang dari Mesir,” ungkap Diah.

Sementara itu ada 1 orang warga Korea Selatan yang diamankan saat berada di Solo, dimana visa liburan untuk bekerja. Sedangkan di Wonosobo, ada 2 warga Thailand ditangkap karena kedapatan tak membawa paspor.

Selain itu 4 warga asing ditangkap di Pati karena masa kunjungannya telah berakhir, lalu ada 3 warga asing lainnya asal Korea Selatan dan Cina diringkus di Cilacap, serta 3 warga Belanda, Cina dan Yaman ditangkap di Pemalang.

“Razia Keimigrasian kali ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka peringatan Hari Dharma Karyadhika 2016,” tandasnya.

Diah katakan, bahwa petugas bergerak dengan sigap di sejumlah tempat setelah mengantongi nama-nama yang sudah jadi target operasi.

“Mereka yang kedapatan melanggar visa dan izin kerja terancam dicekal dari pemerintah Indonesia. Ini adalah upaya pemerintah untuk menegakan hukum Keimigrasian bagi warga asing yang tinggal di tiap daerah,” jelasnya.

Bagi warga asing yang nantinya terbukti melanggar pidana akan dibawa ke meja hijau. Namun apabila masih ingin tinggal di Indonesia, mereka harus memperbaiki ijin tinggal dan pasphornya. (Nining)

Biro Semarang