Edarkan Pil Daftar G ke Pelajar, Wanita Pemilik PS Diciduk Polisi

0
119
Pemilik PS Diciduk Polisi

BERITA BANYUWANGI – Tampilan wanita yang mengenakan baju tahanan nomor dada 16 ini memang cantik. Namanya berinisial SK (37), tinggal di Dusun Senepo Lor, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Sayang perbuatannya dinilai aparat Polsek Siliragung bisa merusak masa depan anak bangsa.

SK ditangkap petugas karena diduga mengedarkan pil daftar G jenis trihexyphenidil dan dextro kepada beberapa pengunjung playstation (PS) yang beroperasi di kediamannya. Bukti yang ditemukan aparat berjumlah 193 butir pil trek dan 65 butir dextro. Ada sebuah plastik pembungkus dan 2 bekas bungkus rokok serta uang tunai Rp20 ribu yang juga disita.

Barang ini berdasarkan pengakuan tersangka kepada petugas diperoleh dari seorang pemasok asal Jember. Transaksi digelar di jembatan yang menghubungkan antara Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung dengan Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo.

Kepada Beritaekspres.com, Kapolsek Siliragung AKP Indro Abrianto mengatakan, pelaku diamankan anggotanya sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (31/10/2016) kemarin. Aksi pemilik PS ini terbongkar berkat informasi warga yang mengaku resah dengan mudahnya para pelajar dan anak di bawah umur dalam mendapatkan obat farmasi yang kemudian disalahgunakan pemanfaatannya.

“Informasi awal didapat dari warga, lalu kita lakukan penyelidikan. Kabar itu kian terang setelah kita lakukan penggeledahan di kediaman pelaku. Ada 258 butir pil yang kita temukan ,” ungkap Mantan Kasatlantas Polresta Pasuruan itu.

AKP Indro Abrianto pun meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi kegiatan anaknya di luar rumah. Mengingat peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang sudah merambah ke pelosok dusun.

“Pengawasan lebih ketat terhadap anak lebih baik sebelum menjadi korban penyalahgunaan obat. Efek sampingnya tidak hanya merugikan sang anak, namun keluarga juga masyakarat luas,” pesannya.

Sejak ditangkap, SK langsung menjalani pemeriksaan di Mapolsek Siliragung. Perbuatan sang pemilik PS ini dijerat  menggunakan pasal 196 subsider 197 UURI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. (Rony)

Biro Banyuwangi